Friday, October 30, 2020
Home > Politik > Jalan Sempit dan Terjal Golkar

Jalan Sempit dan Terjal Golkar

MIMBAR-RAKYAT.com ( Jakarta) Ada perubahan sikap mendasar ditubuh Golkar. Bahwa Aburizal Bakrie sudah tidak mempersoalkan lagi kedudukan Capres maupun Cawapres bagi dirinya, Tetapi kemana  Golkar akan berlabuh, masih menjadi tanda tanya besar. Jalan makin sulit dan pilihan makin terbatas.

Partai Golongan Karya akan menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada 16 – 17 Mei 2014 mendatang. Ketua DPP Golkar, Hajriyanto Y Thohari, mengatakan sedikitnya ada tiga agenda yang akan dibahas dalam Rapimnas itu.

Pertama, menentukan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung Golkar. Kedua, menentukan mitra koalisi Golkar. Ketiga, membahas mengenai nasib Jusuf Kalla jika jadi maju menjadi calon wakil presiden.
Pada tanggal tersebut diperkiarakan Gerindra sudah mengumumkan paangan calonnya yakni Prabowo dan Hatta Rajasa. Sedangkan PDIP calonny adalah Jokowi,JK atau Jokowi/ Abraham Samad.

“Nasib JK (Jusuf Kalla) bisa mewakili Partai Golkar atau tidak ketika menjadi cawapres akan menjadi keputusan Rapimnas. Kalau Rapimnas memutuskan JK menjadi cawapres, berarti JK menjadi representasi Golkar dimanapun dia berada ,” kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin, 12 Mei 2014. Kalau itu yang terjadi 3 agenda Rapimnas Golkar sekaligus sudah terjawab. Berarti Golkar bergabung dengan PDIP, memberikan kadernya JK sebagai Cawapres sekaligus mengusung Jokowi sebagai Capres.

Masalahnya kalau JK tidak menjadi Cawapresnya Jokowi, kemana Golkat akan berlabuh ?
Terkait pertemuan Aburizal Bakrie (ARB) dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, sudah dibantah oleh kedua belah pihak. . Namun, keduanya memang sedang berada di Bali saat ini.

Hajriyanto juga membenarkan jika ARB sudah legowo untuk tidak maju sebagai presiden atau wakil presiden. Namun, di internai Golkar belum pernah ada pembicaraan mengenai rencana koalisi dengan PDIP.

“Itu sudah terjadi sejak pembicaraan dengan Prabowo. ARB sudah menyatakan sikapnya ‘posisi RI1 atau RI2 tidak masalah bagi saya’,” ujar Hajriyanto menirukan ucapan ARB saat bertemu Prabowo.

Ajakan Demokrat

Selain itu, Hajriyanto pun membenarkan jika Partai Demokrat pernah mengajak Golkar untuk membuat poros baru. Di poros baru itu, kata dia, posisi Aburizal Bakrie dan Susilo Bambang Yudhoyono hanya menjadi king maker di balik layar.

“Pak ARB pada waktu itu belum merespons karena itu baru 2 minggu setelah pemilu, masih semangat mencari teman koalisi untuk menjadi capres,” tuturnya.

Sampai hari ini, praktis yang bisa diajak koalisi oleh Golkar tinggal Demokrat dan Hanura. Karena kedua partai ini belum secara resmi mengumumkan posisinya.

 Partai Demokrat (PD) masih menunggu hasil hajatan konvensi capres untuk menentukan koalisi. Jika sudah ada hasilnya, PD akan bisa menentukan arah koalisi.

Menurut Ruhut Sitompul, salah satu pengurus DPP  Demokrat, PD masih menyimpan asa mewujudkan Poros Baru alias Poros SBY. “Kalau memang bergabung sama Golkar, Golkar jadi wapres saja,” kata Ruhut berwacana secara pribadi. (Ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru