Thursday, October 22, 2020
Home > Politik > JK Tak Berkeinginan Pimpin Golkar Lagi

JK Tak Berkeinginan Pimpin Golkar Lagi

MIMBAR-RAKYAT.com (Banda Aceh) –  Jusuf Kalla (JK) menyatakan tidak berkeinginan lagi menjadi Ketua Umum Partai Golkar. Pernyataan itu dilontarkan JK menanggapi permintaan  salah satu pendiri Partai Golkar, Suhardiman.

Usul pengambilalihan Golkar itu merupakan ketidak puasan sejumlah kader Golkar terhadap pimpinan Golkar Abruizal Bakrie yang memecat tiga kadernya–Poempida Hidayatullah, Agus Gumiwang, dan Nusron Wahid-beberapa hari lalu, dengan alasan ketiganya mengambil kebijakan di luar garis partai dengan  mendukung pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai capres-cawapres.

Menanggapi usul Suhardiman, JK yang diminta komentarnya–usai berziarah ke makam Teungku Chik Di Tiro dan Teungku Hasan Muhammad Di Tiro, di Desa Meuru, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Kamis (26/6)-dengan enteng mengatakan; “Nanti kita bicarakan. Pada waktunya nanti akan ada.”

Mantan wakil Presiden era Susilo Bambang Yudhoyono (periode pertama) tersebut juga memberi isyarat bahwa pengambilalihan pimpinan Golkar tidak harus menempatkan dia sebaai orang nomor satu di partai berlambang pohon beringin itu.

“Banyak teman-teman yang muda-muda mempunyai sesuatu yang idelogis bagi Golkar ke depan. Tidak seperti Golkar sekarang yang begitu pragmatis dan (mirip) perhitungan dagang,” katanya.

JK juga menilai bahwa  adalah sebuah kewajaran bila tindakan pemecatan itu menimbulkan reaksi dan protes dari beberapa elemen Golkar. “Itu suatu kewajaran dan kewarasan. Masak mantan ketumnya maju enggak didukung, malah dukung pimpinan partai lain.”

Berkaitan dengan pemecatan karena alasan memilih capres-cawapres berbeda dengan keputusan partai, JK juga menantang petinggi Golkar memecat dirinya. Golkar, seperti dikatakan Sekjen Idrus Marham, akan melakukan pemecatan lagi terhadap kadernya yang “membelot”.

Ditanya soal itu, JK mengatakan; “Kalau dipecat, sekarang, Nanti kita pecat lagi Idrus. Bulan depan Idrus kita turunkan,” katanya.  Kemungkinan dirinya juga dipecat Golkar,JK mengatakan;   “Silahkan saja pecat, kita dipecat hari ini, bulan depan kita pecat lagi,” kata JK.

Pemecatan atas tiga kader Golkar yang mendukung Jokowi-JK dimumkan Selasa (24/6) oleh  Ketua Fraksi Golkar, Setya Novanto, di Gedung DPR, Jakarta.

Sejumlah pengurus Golkar menyatakan kekagetan mereka atas pemecatan itu. Seperti antara lain diperlihatkan Ketua DPP Golkar Priyo, Budi Santoso, Rabu (25/6), di Jakarta. “Saya agak kaget kenapa harus sekeras itu. Mudah-mudahan ada solusi yang baik dan tidak ada saling gugat,” tuturnya.

Sementara mantan Ketua Umum PBNU,  KH Hasyim Muzadi, di Depok, Kamis (26/6) menganggap pemecatan Wakil Bendahara DPP Partai Golkar, H Nusron Wahid,  mengikuti selera pimpinan,  bukan mengikuti peraturan partai.

“Karena itu, kalau Nusron menggugat pemecatan dirinya itu wajar. Sebab prosesnya tidak mengikuti peraturan yang ada,” ujarnya.***

Ilustrasi: Jusuf Kalla saat kampanye untuk Partai Golkar  beberapa tahun lalu. (Foto: Dokumentasi)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru