Tuesday, October 20, 2020
Home > Politik > Pimpred dan Sejumlah Redaktur Vivanews Mundur Gara-gara Iklan Jokowi

Pimpred dan Sejumlah Redaktur Vivanews Mundur Gara-gara Iklan Jokowi

Sejumlah penentu di redaksi portal berita Vivanews memutuskan mundur dari perusahaan media milik keluarga Bakrie tersebut, karena tidak menerima dipersalahkan atas pemasangan ikan PDIP dan Jokowi di website itu.

Kabar mundurnya sejumlah pemimpin di jajaran redaksi Vivanews milik keluarga Aburizal Bakrie diketahui dari laman Kompasiana yang menyebutkan Chief Executive Officer (CEO) atau Presiden Direktur tvOne dan Viva.co.id, Anindra Ardiansyah Bakrie atau biasa disapa Ardie Bakrie murka berat, Kamis malam (3/4), gara-gara pemuatan iklan dimaksud.

Walau iklan dimaksud telah dihapus, tetapi sikap CEO Ardie Bakrie, tidak membuat jajaran di redaksi Viva berubah tenang. Sejumlah mereka malam itu disebutkan mengambil keputusan, mundur dari media online itu. Mereka antara lain Uni Lubis selaku Pimred Vivanews,   Nezar Patria selaku wakil pimred, serta sejumlah redaktur senior.

Berita itu terlambat “tercium” oleh media massa, karena selain kasus ini tidak dilaporkan oleh para korban ke organisasi yang membawa pers seperti PWI atau kepada penegak hukum, juga karena terjadi saat perhatian media tertuju pada persiapan dan pelaksanaan pemilu. Namun dari salah satu sumber menyebutkan organisasi wartawan, baik PWI muapun AJI,  akan memasalahkan kasus itu.

Belum ada penjelasan dari pihak Vivanews dan keluarga Bakrie terkait kejadian tersebut. Humas keluarga Bakrie, Lalu Mara, tidak berhasil dihubungi.

Iklan Jokowi dan PDIP yang dimuat di  Vivanews.co.id, disebutkan,  adalah ajakan untuk  mencoblos nomor 4 pada pemilu legislatif 9 April lalu. Ardie Bakrie tidak bisa menerima hal itu dan  mengirim email bernada kasar dan menginstruksikan mengganti iklan itu dengan iklan Golkar. Dia juga minta sejumlah petinggi redaksi mundur, jika tak mau menerima kebijakan tersebut.

Surat Ardie Bakrie yang membuat sejumlah pemimpin di redaksi Vivanews  Mundur, sbb;

Para Direksi, khususnya Pemred,

Saya yakin banget di tmpat kita telah disusupi orang yang hatinya tidak satu arah dengan perusahaan yang pernah saya sampaikan.

Kalau keyakinan saya salah mengenai penyusupan, tandanya pada bodoh saja semua yang kerja disitu kalau tidak melihat kesalahan ini.

Baru saja saya lihat, mungkin selama satu jam, di tempat paling sakral kita, yaitu di bagian foto yang selalu berganti-ganti, ada gambar Jokowi coblos no. 4.

Persis sekali seperti iklannya yang ditaruh di sebelah kanan yang memang bagian advertising. Ide siapa sih ?? Bodoh sekali!!! Pura-pura ngga ngerti, sengaja, apa emang dibayar sm partai lain untuk melakukan itu di tempat yang paling sakral itu??

Kalau mengenai iklan PDIP yang ada di sebelah kanan itu, saya bisa sedikit mengerti karena maksudnya berjualan di tmpat jualan, bukan di bagian redaksional.  Walaupun saya  juga  tidak suka dan tolong utk diganti sekarang.  Materi akan saya attachkan pada email ini dan berikutnya untuk dipasangkan berganti gantian disitu.  Thx.

Apabila ada yang tidak suka akan kebijakan saya ini, silahkan ajukan surat resignation sebelum ayam berkokok besok pagi. Lebih cepat lebih bagus. Saya benci orang2 munafik atau pun orang bodoh yang tidak loyal.

PS:

Saya emailkan dgn gmail krna bisa di attach file lebih besar, bukan karena saya takut.

Kalau hubungannya mengenai orang tua yang di dzolimi, ngga ada takutnya saya. semua halal!!!

Rgds,

***Janet

Ilustrasi: Foto Jokowi,  Megawati, dan  Puan Maharani, saat HUT PDIP ke-41 di Jakarta, 10 Januari 2014, yang pernah diabadikan Vivanews.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru