Saturday, October 31, 2020
Home > Politik > Berpasangan Dengan Siapa pun Jokowi Teratas

Berpasangan Dengan Siapa pun Jokowi Teratas

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta)  Hasil simulasi calon presiden berlandasakan exit poll serta hasil hitung cepat (quick count) tetap menempatkan Jokowi  dengan pasangan siapapun sebagai calon terkuat presiden.

 Posisi parpol di tiga besar hasil hitung cepat  yakni PDI Perjuangan, Golkar dan Gerindra masih belum aman. Mereka harus mencari parpol koalisi untuk melengkapi syarat pengajuan capres-cawapres di Pilpres mendatang.

Prediksi tidak adanya partai yang bisa mengusung sendiri capres, menempatkan parpol di papan tengah, bak gadis yang  siap dipinang. Ada Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai NasDem.

Paling Kuat

 Lembaga survei Cyrus Network berkolaborasi dengan CSIS melakukan survei exit poll pada Pileg. Rabu 9/4/2014 lalu. Dari exit poll disimulasikan peta kekuatan pasangan capres-cawapres. Jokowi muncul sebagai capres paling kuat, dipasangkan dengan siapapun.

Hasilnya, dipasangkan dengan siapapun, melawan pasangan siapapun Jokowi masih unggul.

“Elektabilitas Capres PDIP Joko Widodo jika dipasangkan dengan mantan Wapres JK, merupakan tertinggi . Dalam simulasi ini JK diatasnamakan sebagai mantan Wapres. Kalau saja JK  dideklarasikan sebagai representasi Golkar, hasilnya pasti akan lebih dahsyat.  Sebagai wacana pun koalisi PDIP-Golkar masih dijauhi oleh para analis/pengamat. Karena  dianggap mustahil, sekaligus, selesai. Seorang pengamat yang tidak bersedia disebut  mengatakan ” Kalau itu terjadi … wes ewes ewes ,bablas angine…” menyitir tagline nya almahum Basuki.

Dibandingkan dengan dipasangkan dengan Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ternyata tidak jauh berbeda, bahkan bisa dikatakan setara. Ini merupakan data yang terkonfirmasi dari hasil Exit Poll yang dilakukan Cyrus Network dan CSIS pada 9 April lalu,” kata Direktur Eksekutif Cyrus Network,” Hasan Nasbi, dalam siaran pers, Jumat (11/4/2014).

Jika dipasangkan dengan Jusuf Kalla, pasangan Jokowi-JK dipilih sebanyak 41,1% . Jika dipasangan dengan Ahok (Jokowi-Ahok) meraup 39,81%. Jika dihitung berdasarkan Margin of Error +/-1%, selisih 1,29% tidaklah signifikan, dua hasil elektabilitas ini bisa diartikan sebagai elektabilitas yang setara.

Sebagai pesaing kuat, Prabowo  bila dipasangkan dengan JK  (Prabowo-JK) menghasilkan angka prediksi 21 %, begitu pula bila dipasangkan dengan Ahok (Prabowo-Ahok), 21 % juga.

Artinya, faktor Ahok tidak mempengaruhi elektabilitas Prabowo.. Baik dipasangkan dengan Ahok maupun JK, Prabowo tetap mendapatkan suara sebanyak 21 persen. Ini menunjukkan bahwa pemilih Prabowo solid dan tidak terpengaruh dengan pemilihan Wakil Joko Widodo.
Prabowo-Hatta

Temuan lain, akan ada penurunan bila Jokowi tidak menemukan pasangan tepat . Nusalnya, penurunan elektabilitas akan terjadi pada Jokowi jika dipasangkan dengan Ryamizard Ryacudu yang notabene merupakan calon internal dari PDIP. Pasangan ini dari hasil pantauan Exit Poll hanya akan meraup 32,87% suara, turun sekitar 7 persen dibandingkan dengan jika Jokowi dipasangkan dengan Ahok atau Jusuf Kalla,” kata Hasan.

Pada simulasi lain, Prabowo berpasangan dengan Hatta Rajasa, ditemukan angka prediksi 24 %.”Efek lain jika Jokowi-Ryamizard diusung, suara cenderung  turun ke 32,67% dan suara akan bertambah ke pasangan lain, terutama ke Prabowo Subianto- Hatta, yang angkanya bertambah dari 21% menjadi 24 persen (lihat hasil lengkap). (AL)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru