Thursday, October 29, 2020
Home > Kota > Ahok: Bayar Pajak Dulu Kalau Ical Mau Nyapres

Ahok: Bayar Pajak Dulu Kalau Ical Mau Nyapres

MIMBAR-RAKYAT.com Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan banyak pengembang di DKI Jakarta yang berhutang kepada Pemprov membangun fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos dan fasum). Termasuk Bakrie Land miilik Abu Rizal Bakrie yang membangun kawasan Rasuna Said Kuningan.

Bakrie Land harus segera lunasi utang fasos fasum sebelum pemilik perusahaan tersebut, Aburizal Bakrie, menjadi Calon Presiden (Cawapres).

“Sebelum keduluan mereka jadi presiden bayar dulu lah, karena kalau sudah kadung jadi  presiden khan susah nagihnya lagi loh,” ujar Basuki atau akrab dipanggil Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (9/5).

Pemprov DKI akan mengembargo izin baru bagi perusahaan yang berhutang pajak maupun kewajiban membangun fasos/fasum . Ini adalah cara agar pengusaha mau membangun fasos dan fasum, yang menjadi kewajibannya .  

“Kalau mereka masih utang, kita nggak kasih izin baru. Kita kan tahu mereka PT-nya banyak, tapi grup yang sama,” ungkapnya.

Salah satu perusahaan yang mulai membangun fasos dan fasum kepada warga DKI menurut Ahok adalah Agung Sedayu Group dan Agung Podomoro. Meski belum tintas , meeka sudah mencicil sebagian hutangnya, dengan membangun  membangun fasos dan fasum  di Jakarta. Fasos Fasum tersebut yakni rumah susun di Muara Baru dan Daan Mogot, Jakarta Barat.

Cinta Tertolak

Agaknya Ical tidak perlu risau dengan ancaman Ahok ini. Sebab jalan menuju Capres baginya semakin terjal.

Kekecewaan terbesar saat ini terjadi di Golkar karena raihan suaranya di pemilu legeslatif lebih besar daripada Gerindra , namun Ical sudah rela menurunkan pangkatnya dari capres menjadi cawapres. Akan tetapi, ujar Ari, urung ditasbihkan sebagai cawapres koalisi yang dibangun Prabowo.

Hasyim Joyohadikusumo, adik Prabowo, Sabtu 10/5/2014 memastikan bahwa Cawapresnya Prabowo pasti bukan Ical. “Mereka tidak cocok,” katanya,. Hasyim bahkan menyebut Hatta Rajasa yang akan ditasbihkan menjadi Cawapresnya.

Menurut Ari Junaedi pengamat poliitik dan pengajar program pascasarjana Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang Golkar dengan merapat ke Gerindra kemarin hanya karena “cinta tertolak” dari Jokowi.

“Dari amatan saya, Golkar sejak awal membangun sikap tetap keukeuh mengajukan Ical sebagai capres ketika Jokowi sowan pasca pemilu legelastif kemarin. Sehingga percaturan tidak bisa berlanjut

 PDIP saat itu sudah mengantongi “boarding pass” karena suara PDIP, Nasdem, PKPI dan PKB sudah melebihi dari cukup untuk pengajuan Capres Jokowi. Maka pendekatan kepada Golkar dilakukan dengan enteng. Mau gabung ayo tidak pun tidak masalah.

Kini nasib Golkar dan Ical terkatung-katung , karena belum mendapatkan calon partner yang serius. Sebaliknya kalaupun Ical gagal men-Capres, ia masih beruntung karena tidak perlu menggubris ancaman Ahok ( Ais )

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru