Sunday, December 06, 2020
Home > Berita > Dikaji ulang program pengendalian banjir Sungai Padang

Dikaji ulang program pengendalian banjir Sungai Padang

Walikota Tebing Tinggi berkunjung ke BWSS II Medan, Rabu. (ist)

Mimbar-Rakyat.com (Tebing Tinggi) – Kajian baru tentang pengendalian banjir di Sungai Padang, Tebing Tinggi, terus dilakukan untuk menentukan apakah dengan membuat sudetan atau bendungan dan waduk.

“Mana yang paling efektif dan efisien terus dikaji dan jika kajiannya sudah keluar tentu itu yang akan dilaksanakan,” kata Walikota Tebing Tinggi, H Umar Zunaidi Hasibuan, Rabu.

Untuk realisasi rencana normalisasi dan pengendalian banjir di Sungai Padang,  Walikota mengunjungi Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Rabu, di Kantor BWSS II Medan.

Saat berkunjung, Walikota didampingi Kadis Kominfo Dedi Parulian Siagian, Kadis PU Rusmiyti Harahap dan Kepala Bappeda Erwin Suheri Damanik, diterima Kepala BWSS II Maman Noprayamin beserta tim.

Pada pertemuan itu didapat informasi bahwa ada kajian baru tentang pengendalian banjir, merupakan studi pembanding apakah normalisasi sungai itu dengan cara membuat sudetan atau bendungan dan waduk.

“Kajian akan berakhir Mei mendatang dan akan dilanjutkan dengan konstruksi yang merupakan satu bagian dari rencana pembangunan.  Pemerintah daerah dan kabupaten ikut berkontribusi.  Pemerintah pusat ikut sharing tentang pembiayaan lahan ini nantinya, ” kata Walikota.

Pemerintah kota Tebing Tinggi juga berharap,  sebelum program jangka panjang pengendalian banjir itu berjalan, agar ada program jangka pendek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Pengelolaan Sumberdaya Air, khususnya tentang normalisasi pengerukan Sungai Padang, peninggian tanggul dan juga perbaikan pintu-pintu klep yang ada.

Pemerintah Kota Tebingtinggi memang ingin menanyakan tindak lanjut dari pada program pengendalian banjir di Tebing Tinggi.

Sebelumnya, program rencana ini sudah disusun sedemikian rinci, tetapi pada waktu itu karena mendekatnya masa akhir kepemimpinan Presiden Jokowi, sehingga tidak jadi dikerjakan.

“Karena program strategis nasional tersebut butuh biaya  besar dan waktu pengerjaan yang lama, sehingga program ini keteika itu tidak dilaksanakan ” kata  Walikota.

Kepala BWS Sumatera II Maman Noprayamin mengatakan, masalah krusial tentang sungai itu adalah banjir.

“Menyangkut banjir, tentunya ada beberapa aspek yang harus dilihat, seperti lahan dan berbagai masalah yang terkait dengan banjir,” ujarnya.

Terkait rencana penyodetan Sungai Padang ke Sungai Bahilang, menurut Maman, akan ditunggu hasil penelitian konsultan di lapangan.

“Kita menunggu hasil pemeriksaan konsultan kita yang sedang berada di lapangan. Apa hasil periksa mereka, itu yang akan dilakukan.  Jangan nantinya investasi pemerintah terkait  penanganan sudetan ini  tidak secara utuh bermanfaat bagi masyarakat” kata Maman. (al/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru