Wednesday, October 28, 2020
Home > Berita > “Daring” ciptaan SMKN 1 Luragung juara III Festival Semar

“Daring” ciptaan SMKN 1 Luragung juara III Festival Semar

"Daring" juara III Festival Semar se-Indonesia. (ist)

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) –  Siswa SMKN 1 Luragung pantas bergembira, karena meraih juara III lomba Film, Festival Pendek Seni Media Rekam (Semar) dengan judul “Daring” yang diselenggarakan BEM Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Yogjakarta.

Pembina Ekskul Bonti Sinematografi, AR Affandi, menuturkan murid binaannya sempat tidak percaya diri saat mengikuti festival yang diadakan pada 9 Oktober kemarin.

“Karena  ada ratusan judul film yang ikut namun hanya  dipilih 30 judul film terbaik se-Pulau Jawa, yaitu Malang, Surabaya, Semarang, Bandung, Jakarta, Tangerang, Cirebon dll,” jelasnya, Sabtu.

Melihat kondisi demikian, ia tak gentar, melainkan lebih kuat lagi untuk tetap memberikan semangat kepada siswa binaannya.

“Saya ingatkan kembali mereka bahwa seni itu adalah kejujuran, jadi tetap ikhlas berkarya. Nothing to lose dan  Alhamdulillah film kami masih mendapat apresiasi dari para juri,” kata Affandi saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu.

Sutradara film “Daring”, Rival Hermansyah, mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung produksi film ini.

“Bisa lolos kurasi hingga masuk tahap penjurian sampai akhirnya menjadi juara tiga, ini merupakan pencapaian luar biasa, sekali lagi saya ucapkan terimakasih, Alhamdulillah,” ucapnya.

Film Daring menceritakan tentang kehidupan Lana yang diperankan oleh Ira Rahmawati, seorang anak yang hidupnya merasa terbebani saat tahu pembelajaran di sekolah dilakukan secara daring.

Karena dalam kesehariannya ia tidak mampu menikmati terangnya lampu listrik sebab orangtuanya tidak mampu membeli pulsa listrik.

Sementara, untuk mendapat bantuan listrik gratis dari pemerintah, pendaftarannya juga dilakukan secara daring.

Lana pun merasa tidak siap dengan perubahan kebiasaan tersebut, hanya emaknya yang diperankan oleh Juju Juriah yang mampu memberi dia motivasi.

Film Daring itu memperlihatkan kondisi sebenarnya yang dialami oleh anak – anak pedesaan, yang merasakan langsung dampak pandemi Covid-19.

Salah satu pengambilan gambar Daring. (dien)

Sifat Emak yang sabar “ditabrakkan” dengan karakter Lana yang mudah mengeluh dan putus asa.

Begitu juga dengan adegan Lana dan Riko yang dibatasi pagar besi yang menandakan perbedaan kaya dan miskin.

Lana dengan karakter ceplas-ceplosnya mewakili kaum marginal dan Riko dengan basa Sunda campuran mewakili karakter orang kaya di kampung yang ingin dinilai moderen tetapi tidak bisa lepas dari kekampungannya.

Daring menunjukkan problematika kehidupan sehari-hari dari masyarakat bawah, yang harus bekerja keras mengatasi perjalanan hidup dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, agar dapat melanggengkan hidup di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang.

Intensitas para karakter pemain dalam episode yang memainkan watak secara sederhana, tentu merupakan salah satu penilaian juri untuk memasukkan Daring dalam urutan tiga besar pemenang se-Indonesia.  (dien/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru