Thursday, July 07, 2022
Home > Berita > Banjir Bandang Terjang Leuwiliang, 2.407 Jiwa Terdampak

Banjir Bandang Terjang Leuwiliang, 2.407 Jiwa Terdampak

Beberapa potongan batang pohon beserta material lumpur yang terbawa arus mengenai beberapa rumah warga sehingga mengakibatkan kerusakan di Desa Purasari di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (22/6). (Foto : BPBD Kabupaten Bogor)

Mimbar-Rakyat.com (Bogor) – Banjir bandang menerjang wilayah Desa Purasari di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi yang cukup lama mengguyur wilayah tersebut dan mengakibatkan Sungai Cisarua meluap.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan,  sebanyak 602 KK/2.407 jiwa terdampak dan tiga orang warga mengalami luka ringan setelah sempat terseret arus banjir bandang, dalam peristiwa Rabu (22/6) itu. Sedikitnya ada 5 KK/20 jiwa yang terpaksa mengungsi ketempat kerabat dekat.

Dari laporan visual BPBD Kabupaten Bogor, beberapa potongan batang pohon beserta material lumpur yang terbawa arus mengenai beberapa rumah warga sehingga mengakibatkan kerusakan.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat kurang lebih 600 unit rumah terdampak, 1 unit rumah rusak sedang, 5 unit rumah rusak berat, akses jalan desa penghubung antara RT 01, 02, 03, 04 dan 06 terputus dan satu gedung pesantren Al-Insyiro terdampak.

Mengutip website bnpb.go.id, sebagai upaya percepatan penanganan darurat bencana banjir bandang, tim gabungan segera mengambil tindakan cepat di lapangan dan berkoordinasi dengan lintas instansi terkait. Upaya pendataan saat ini terkendala dengan akses jalan yang terputus. Hingga hari ini banjir sudah surut dan masyarakat mulai membersihkan material banjir dari rumah masing-masing.

Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Bogor hingga Jumat (23/6), sesuai prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hari ini.

Badai Terjang Luwu

Sementara itu di Luwu, Sulawesi Selatan,  setelah terjadi angin kencang (badai) para warga Kabupaten Luwu bergotong royong untuk membantu warga lain yang terdampak bencana. Fenomena angin kencang ini terjadi pada Rabu (22/6), pukul 00.15 waktu setempat (WITA).

Masyarakat dibantu aparat desa dan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat turut membantu. BPBD Kabupaten Luwu juga memberikan bantuan logistik kepada mereka yang rumahnya rusak akibat angin kencang. Tercatat total rumah rusak sebanyak 27 unit. Pihak BPBD telah melakukan penilaian kerusakan rumah.

Menurut bnpb.go.id, laporan BPBD menyebutkan rumah rusak berat sebanyak 5 unit, rusak sedang 9 dan rusak ringan 13. Sedangkan pada fasilitas publik, sekolah setingkat SD terdampak 1 unit dan polindes 1.

Sebanyak 32 KK atau 212 jiwa terdampak angin kencang. Mereka tersebar di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Bua (Desa Lengkong) dan Kecamatan Ponrang (Kelurahan Padang Subur).  Tidak ada laporan warga yang mengungsi meskipun sejumlah rumah rusak akibat fenomena ini.

Insiden ini berlangsung bersamaan dengan hujan lebat yang mengguyur wilayah dua kecamatan.

Sementara itu, peringatan dini cuaca pada Kamis (23/6) di wilayah Sulawesi Selatan masih berpelung hujan lebat yang disertai petir atau kilat dan angin kencang. Sedangkan di dua wilayah terdampak, prakiraan cuaca berpeluang hujan ringan. ***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru