Monday, July 04, 2022
Home > Berita > Gubernur Sumbar datangi dan sahur di gubuk reyot bersama keluarga miskin

Gubernur Sumbar datangi dan sahur di gubuk reyot bersama keluarga miskin

Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi ketika bertamu ke kekluarga miskin. (Foto: https://sumbarprov.go.id)

Saat gubernur datang, dia bersama dengan anak lelaki, menantu dan empat orang cucu sedang tertidur di satu-satunya ruangan selain dapur, di pondok tersebut.

 

Siapa menyangka di sebuah pelosok di Kabuten Solok, Sumatera Barat (Sumbar),  ada keluarga yang tidak memiliki tanah memadai untuk digarap guna memenuhi kebutuhan keluarga. Tetapi itulah kenyataan. Kemiskinan ada di mana-mana, termasuk di seantero negeri ini.

Tidak begitu jauh dari bangunan megah di komplek Gelanggang Olah Raga Batu Batupang, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, terdapat satu keluarga yang hidup digubuk kecil, beratap terpal plastik yang sering bocor dikala hujan dan dinding penahan angin hanya mengandalkan bambu dan kain bekas. Begitu dikutip dari website resmi Pemerintah Sumbar, https://sumbarprov.go.id.

Disitu tinggal Nurma, nenek usia 64 tahun, yang bekerja sebagai petani sayur dengan menyewa lahan milik pemerintah. Ibu enam orang anak ini menyewa lahan karena rumah pribadinya sudah rubuh dan tak bisa dihuni. Ketiadaan biaya memperbaiki rumah mendorong dia dan kedua anak laki-lakinya menumpang di lahan pemerintah dengan kondisi jauh dari kata layak.

Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi bersama tim Safari Ramadhan, menyambangi rumah Nurma untuk singgah sahur, Sabtu (23/4/2022) dinihari. Nurma tidak menyangka rumahnya akan didatangi Gubernur. Saat gubernur datang, dia bersama dengan anak lelaki, menantu dan empat orang cucu sedang tertidur di satu-satunya ruangan selain dapur, di pondok tersebut.

Setelah minta izin, tim singgah sahur langsung menggelar tikar diatas tanah disamping diantara dapur dan bilik tidur. Meski duduk bersempitan, tak mengurangi kehangatan suasana ketika gubernur mulai menyapa dan bertanya kondisi Nurma dan anak cucunya.

“Kami sudah 3 tahun menumpang ditanah pemerintah, termasuk berladang. Karena rumah yang lama sudah rubuh tak bisa dihuni. Lagipula kami tak punya lahan sendiri, akhirnya memutuskan berladang, tanam sayur dan rimpang disini untuk nafkah sehari-hari,” tutur Nurma.

Buya Mahyeldi pun mengajak dua orang cucu Nurma. Dafa (9) dan Vikra (10), duduk di dekatnya. Vikra yang tampak malu, hanya tersenyum ketika ditanya Buya Mahyeldi. Sebaliknyan Dafa dengan lantang menjawab, ia bercita-cita ingin menjadi pilot setelah besar nanti.

“Wah hebat. Kalau mau jadi pilot harus makan yang banyak ya supaya kuat dan pintar,” kata Buya sambil mengajak Nurma sekeluarga untuk santap sahur bersama.

Usai santap sahutlr, gubernur menyerahkan bamtuan rehab rumah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar senilai Rp25 juta, guna memperbaiki kembali rumah Nurma yang telah rubuh.

“Insyaallah dengan bantuan ini bisa bangun kembali rumah lamanya supaya layak dihuni. Mohon maaf jika kedatangan kami kini agak mengganggu amak sekeluarga. Mudah-mudahan, dengan bantuan masyarakat bersama-sama bisa memanfaatkan dana ini. Kalau bisa sebelum lebaran sudah bisa ditempati kembali rumahnya yang lama,” harap Buya Mahyeldi.

Nurma tak sanggup berkata dan hanya mengusap matanya yang tampak berkaca-kaca. Wali Nagari Koto Baru, Afrizal K, yang turut hadir mewakili keluarga menyampaikan terimakasih banyak atas kedatangan gubernur dan rombongan serta bantuan yang diberikan.

Turut hadir dalam singgah sahur, diantaranya Kepala Bappeda Sumbar Medi Iswandi, Kepala Dinas DPMD Amasrul, Kepala Biro Umum Syefdinon, Kepala Biro Adpim Maifrizon, Kepala Biro Kesra Irsyad dan Pimpinan Baznas Sumbar Nurman Agus serta Anggota DPRD Kabupaten Solok, Nosa Eka Nanda.***Sumber Dinas Kominfotik Sumbar.(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru