Thursday, May 19, 2022
Home > Berita > Banjir Jember meluas hingga lima kecamatan

Banjir Jember meluas hingga lima kecamatan

Kondisi rumah warga saat banjir landa Jember pada Kamis (20/1). (Foto: BPBD Kab. Jember)

Mimbar-Rakyat.com (Jember) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur melaporkan,  banjir yang kembali melanda Jember pada Kamis (20/1) pukul 21.50 WIB,  meluas hingga merendam lima kecamatan dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi mulai dari 70 hingga 90 sentimeter.

Sebelumnya, Senin (17/1) banjir merendam tiga desa di tiga kecamatan, kali ini banjir Banjir yang terjadi setelah hujan lebat, menyebabkan meluapnya Sungai Petung dan berdampak pada beberapa desa di lima Kecamatan, antara lain Desa Pakis di Kecamtan Panti, Desa Badean dan Desa Petung di Kecamatan Bangsalsari. Selanjutnya Desa Rambigudam dan Desa Pecoro di Kecamatan Rambipuji, Desa Klungkung di Kecamatan Sukorambi dan Kecamatan Kaliwates.

Mengutip bnpb.go.id, laporan Tim Reaksi Cepat yang melakukan kaji cepat di lapangan, mencatat sebanyak 124 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 455 jiwa terdampak, sementara 10 diantaranya mengungsi di Masjid Baiturrahman Pecoro. Selain itu, kerugian materi tercatat 16 unit rumah terdampak dan 3 unit rumah rusak sedang.

Hingga Sabtu (22/1) belum ada laporan tentang perkembangan banjir tersebut. Namun petugas BPBD Kabupaten Jember telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan korban, terutama untuk evakuasi dan bantuan logistik korban terdampak.

Sebelumnya kondisi di lokasi kejadian di beberapa lokasi dilaporkan sudah surut, termasuk di wilayah Jembatan Badean. Akan tetapi, kondisi aliran sungai masih deras, untuk itu warga diimbau tetap waspada jika air kembali naik. Pembersihan material lumpur sisa banjir juga dilakukan petugas dibantu para relawan.

Pada kajian inaRISK, BNPB mengidentifikasi sebanyak 31 kecamatan memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Tiga kecamatan yang saat ini terdampak termasuk pada wilayah dengan potensi bahaya tersebut.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk waspada dan siap siaga dalam mengantisipasi dan melakukan mitigasi dampak bencana hidrometeorologi basah pada puncak musim hujan pada Januari hingga Februari nanti.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru