Wednesday, October 21, 2020
Home > Berita > Zlatko Dalic, Pelatih Kroasia, Dari Seorang Suporter Mampu Mengukir Sejarah

Zlatko Dalic, Pelatih Kroasia, Dari Seorang Suporter Mampu Mengukir Sejarah

Pelatih Kroasia Zlatko Dalic. (rtr)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Kroasia bisa tarung di partai final Piala Dunia 2018 tak terlepas dari peran besar sang pengatur strategi  Zlatko Dalic. Siapa yang sangka pelatih berusia 51 itu, awalnya hanya seorang suporter yang akhirnya mampu mengukir sejarah sepakbola Kroasia.

Ketika Kroasia melakoni debut mereka di Piala Dunia pada 1998, Dalic merupakan satu dari sejumlah warga negeri pecahan Yugoslavia itu yang mengaku bangga bisa melihat Tim Vatreni berlaga di ajang bola sejagat.

Dalic turut memberikan dukungan langsung ke stadion pada tiga laga pembuka yang dilakoni Davor Suker dan kolega.

“Pada 1998 lalu, saya adalah salah satu dari sekian banyak pemuda yang merasa bangga kami bisa berlaga di Piala Dunia, meskipun saya tidak pergi untuk mewakili negara saya,” kenang mantan gelandang klub Kroasia, Hajduk Split tersebut seperti dikutip laman resmi FIFA.

Rasa bangga itu kemudian diwujudkan Dalic dengan membeli tiket untuk terbang ke Prancis dan menyaksikan tiga partai Kroasia di fase grup.

“Saya berada di Perancis sebagai seorang suporter. Saya melihat bagaimana kami (Kroasia) bisa memgalahkan Jepang (1-0) dan Jamaika (3-1). Itu hal yang luar biasa bagi tim debutan dan negara yang baru merdeka seperti kami, meskipun kami akhirnya kalah melawan Argentina (0-1) di laga terakhir. Untungnya Jepang kalah dari Jamaika dan secara mengejutkan kami lolos ke fase gugur,” lanjut Dalic mengenang perjuangan Kroasia.

Kejutan Kroasia kemudian berlanjut di fase gugur dengan mendepak Rumania 1-0 serta menyingkirkan Jerman 3-0. Sayang, kejutan Vatreni berakhir di fase semifinal usai menyerah 1-2 dari tuan rumah Prancis.

Padahal, Kroasia sempat unggul lebih dulu lewat gol Suker, sebelum sepasang gol Lilian Thuram mengubur impian mereka di Piala Dunia.

“Semua orang di Kroasia sangat mengingat laga semifinal itu. Kekalahan itu menjadi topik pembahasan di negara kami selama 20 tahun. Saya sendiri sempat bergembira ketika Suker mencetak gol. Namun, saya kembali duduk ketika Perancis memenangi laga itu,” jelasnya. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru