Thursday, December 02, 2021
Home > Berita > Si Kuda Hitam Kroasia Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata

Si Kuda Hitam Kroasia Tak Bisa Lagi Dipandang Sebelah Mata

Mandzukic, Kapten Kroasia. (bbc)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rusia) – Kroasia pantas menyandang julukan ‘Si Kuda Hitam’ dan tak bisa lagi dipandang sebelah mata. Pemain Kroasia di Piala Dunia 2018, bukan cuma sekedar beruntung tapi menujukkan mental baja.

Mandzukic dan Modric serta kawan-kawan sejak lolos ke fase gugur sebelum akhirnya melangkah ke partai final usai mengalahkan Inggris 2-1 di Stadion Luzhniki, Kamis (12/7) lalu justru menjadi perhatian dunia tersendiri. Termasuk juga menghadapi Prancis di final.

Kroasia yang tergabung di Grup D, bersama Argentina, Nigeria, dan Islandia, mampu mengalahkan lawan-lawan mereka dan lolos ke fase gugur dengan nilai sempurna.

Kroasia yang menempati peringkat 20 FIFA, sukses mendepak Denmark lewat adu penalti 3-2 setelah bermain 1-1 selama 120 menit laga. Hal serupa juga dilakukan Vatreni saat bertemu tuan rumah Rusia di babak perempat final.

Tim besutan Zlatko Dalic itu berhasil menyingkirkan tuan rumah lewat adu penalti 4-3 usai bermain 2-2 selama 120 menit laga. Ironisnya, semua kemenangan Kroasia di fase gugur diraih setelah mereka tertinggal lebih dulu.

Terakhir, Inggris menjadi ‘tumbal’ dari mental baja yang dimililki Modric cs di babak semifinal. Tertinggal lebih dulu lewat gol Kieran Trippier di menit kelima, Kroasia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan, lewat aksi Ivan Perisic (86″) sebelum bisa memastikan kemenangan, berkat gol Mario Mandzukic, empat menit babak kedua tambahan waktu.

Mandzukic menyambut kemenangan itu dengan perasaan bangga. “Ini seperti sebuah keajaiban. Hanya tim dengan mental baja yang bisa menunjukkan keberanian ketika berusaha mengejar ketertinggalan melawan tim seperti Inggris,” katanya.

“Kami bermain dengan hati selama melewati turnamen ini. Saya senang dengan penampilan saya sejauh ini, tapi saya di sini untuk tim. Kami seperti singa di laga ini dan kami akan tetap seperti itu ketika di final nanti. Prancis adalah tim favorit di laga nanti, tapi kami adalah kuda hitam sejati,” kata bomber Juventus tersebut seperti dikutip laman resmi FIFA, usai pertandingan.

Dengan hasil itu, Kroasia sukses melaju ke final untuk pertama kalinya di ajang bola sejagat. Sebelumnya, prestasi terbaik Vatreni terjadi di Piala Dunia 1998 dengan lolos ke babak semifinal dan menempati juara ketiga. Kroasia juga menjadi tim dengan peringkat FIFA terendah yang mampu mencapai final Piala Dunia, sejak daftar peringkat sepakbola dunia diperkenalkan pada Desember 1992 silam.

Di final, Mandzukic cs akan bertemu dengan Prancis yang akan berlangsung di Stadion Luzhniki, Moskwa, Minggu (15/7) pukul 22:00 WIB. Duel ini bisa menjadi ajang balas dendam bagi Kroasia yang pada edisi 1998 silam dikalahkan Prancis dengan skor tipis 1-2.

Sejak awal Prancis adalah tim unggulan. Pasukan Didier Deschamps itu juga boleh disebut nyaris berjalan mulus mulai dari babak penyisihan hingga final.

Berbanding terbalik dengan Kroasia yang terus berjuang meski di babak penyisihan grup mampu meraih niai sempurna dan mampu mengalahkan salah satu unggulan yaitu Argentina.

Oleh karena itu, Jose Mourinho bersimpati dengan Luca Modric dan kawan-kawan. Meski pada final itu menjagokan Prancis. Namun pelatih asal Portugal itu merasa jadwal pertandingan tidak adil, terutama bagi Kroasia.

Sepanjang fase knockout Piala Dunia kali ini, Kroasia harus bekerja ekstra keras untuk bisa lolos sampai ke final. Semua pertandingan mereka berlangsung sampai babak tambahan, dua di antara harus ditentukan lewat adu penalti.

Sepanjang fase knockout Piala Dunia kali ini, Kroasia harus bekerja ekstra keras untuk bisa lolos sampai ke final. Semua pertandingan mereka berlangsung sampai babak tambahan, dua di antara harus ditentukan lewat adu penalti.

Sebelumnya Mourinho juga sudah memuji mentalitas pemain Kroasia. Sudah beberapa kali Kroasia tertinggal lebih dulu sebelum kemudian membalik kedudukan di Piala Dunia kali ini. Menurut Mou, salah satu sebabnya adalah karena pemain Kroasia punya keberanian yang tinggi sejak muda.

“Kroasia adalah tim dengan teknik tinggi dan sangat berbakat. Di Kroasia ada aturan tak tertulis di mana pemain kerap harus pergi ke luar negeri saat masih sangat muda. Mereka ditempa dengan disiplin dan selalu bekerja keras.”

“Jarang sekali mereka langsung bergabung dengan klub besar, mereka sering harus menjalani rute yang sulit. Hal ini terjadi pada para pemain seperti Modric, Rakitic, atau Mandzukic.”

“Selain itu, pemain Kroasia juga banyak yang terpengaruh dengan kejadian bersejarah di negara mereka. Banyak pemain yang kehilangan sanak keluarga mereka saat perang. Tapi sekarang mereka sudah melakukan segala yang mereka bisa untuk membawa kejayaan bagi negara mereka.”

Prancis memang teruji setelah berturut-turut mampu menyingkirkan tim-tim favorit, seperti Argentina (4-3), Uruguay (2-0), dan Belgia (1-0) di fase gugur. Tidak heran jika tim yang bermaterikan pemain sekelas Hugo Lloris, Antoine Griezmann, Paul Pogba, Kylian Mbappe, dan Olivier Giroud itu lebih diunggulkan dari Kroasia.

Rasa percaya diri mereka untuk bisa memenangkan partai final kian melambung tinggi seiring kondisi Pogba yang cukup fit untuk melakoni partai final. Menurut pelatih Prancis, Didier Deschamps, Pogba merupakan gelandang yang akan menjadi kunci permainan timnya dalam upaya merebut gelar.

Gelandang Manchester United (MU) itu disebut Deschamps sebagai benteng pertama dalam memutus aliran bola lawan. “Semua pemain perlu disebutkan karena kondisi mereka saat ini, tetapi memang benar Pogba hampir di mana-mana. Tidak hanya soal serangan, tetapi Pogba juga efisien dalam pertahanan,” katanya.

“Pogba adalah gelandang yang kreatif. Dia melakukan apa yang harus dia lakukan di lapangan,” kata Deschamps menanggapi kondisi para pemainnya, terutama Pogba yang siap tempur di partai final, seperti dikutip L’Equipe. (i/dir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru