Wednesday, November 25, 2020
Home > Berita > Tradisi budaya Tutulak malam Jumat Kliwon di Karangtawang

Tradisi budaya Tutulak malam Jumat Kliwon di Karangtawang

Keterangan foto - Suasana upacara tradisi Tutulak di Dusun Jatinunggal, Desa KarangtawangKuningan, Jawa Barat, diadakan pada malam Jumat Kliwon bulan Suro. (dien)

Mimbar-Rakyat.com (Karangtawang, Kuningan) – Teknologi dunia semakin maju setelah memasuki era 4.0, tetapi warga Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang, masih memegang teguh tradisi budaya yang diwariskan oleh para leluhurnya, salah satunya tradisi Tutulak,  dilakukan pada malam Jumat Kliwon setiap bulan Muharram atau Suro.

Berbagai aneka makanan seperti nasi kuning ,lauk pauknya, kue – kue basah, buah-buahan, hingga makanan ringan, digelar di tradisi tersebut, bersamaan dengan Tumpeng, yang dihiasi telur di puncaknya.

Hajat Tutulak atau upacara tolak bala, biasanya diselenggarakan di setiap perempatan jalan kampung, hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kepala Dusun Jatinunggal, Suharto mengungkapkan tradisi tersebut sebagai rasa syukur untuk meminta segala sesuatu dan dihindarkan dari segala bencana serta penyakit pada Sang Maha Pencipta, Allah SWT.

Manusia sebagai mahluk Tuhan hanya diwajibkan berikhtiar dan berdoa, sementara untuk hasil dan tidaknya, ada dalam Kekuasaan Tuhan Sang Maha Pengabul do’a.

“Intinya untuk berdoa memohon apa pun pada Allah SWT, termasuk agar kita semua terhindar dari pandemi Covid-19 ini. Semoga seluruh warga sehat wal afiat dan segala hajatnya terkabulkan,” kata Suharto.

Ketika berbagai ikhtiar / upaya dan doa telah dipanjatkan, manusia hanya bisa berserah diri kepada takdirNya.

Seluruh warga dusun, tua-muda, laki-perempuan, termasuk anak-anak, tumplek bersila di sepanjang jalan dusun tersebut. Mereka berkelompok sesuai Rt-nya masing-masing, dipimpin oleh juru do’a yang dituakan di RT mereka.

Sedangkan gelaran kuliner yang disajikan,hal itu merupakan bentuk gotong royong warga yang secara sukarela ingin berpartisipasi dalam helaran itu.

Saat semua makanan telah dikumpulkan seluruh warga Dusun Jatinunggal bersiap memulai Tradisi Hajat Tutulak dengan diawali mengirim doa pada arwah keluarga dan karuhun yang dipimpin oleh tokoh masyarakat atau ulama setempat.

Setelah itu dibacakan bersama dzikir dan ayat-ayat Suci Al Qur’an yang diakhiri dengan do’a bersama.

Acara pun berlangsung dengan khidmat, usai berdoa bersama, seluruh hadirin dipersilakan menikmati sajian yang sudah diatur sedemikian rupa.

Nampak warga dengan sukacita mengikuti hajat Tutulak itu, bahkan mereka terlihat lebih akrab dan rindu akan silaturahmi yang sudah lama tidak terjalin saat pandemi Coroba berlangsung.

“Ya, di sini selain untuk ungkapan rasa syukur dan memanjatkan doa bersama, Tradisi Hajat Tutulak ini juga sebagai sarana mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi di antara warga,” katanya.  (dien/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru