Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Siswi Mesir Maryam juara dengan cerita Bawang Merah dan Putih

Siswi Mesir Maryam juara dengan cerita Bawang Merah dan Putih

Siswi Mesir Maryam Ashraf juara bercerita dengan cerita Bawang Merah dan Bawang Putih. (kbri kairo)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Siswi Mesir yang belajar bahasa Indonesia, Maryam Ashraf Mahmoud Mohamed Saleh, tampil sebagai pemenang bercerita, setelah memukau penonton saat ia menuturkan hikayat Bawang Merah dan Bawang Putih di KBRI Kairo.

Maryam dengan fasih bercerita tentang legenda “Bawang Merah dan Bawang Putih”, salah satu cerita rakyat dari daerah Riau – dengan penghayatan amat atraktif , sehingga penonton seolah terhanyut mendengarnya.

Kisah itu menceritakan tentang dua orang gadis kakak beradik yang memiliki sifat yang berbeda dan bertolak belakang, serta seorang ibu tiri yang tidak adil dan pilih kasih.

Kemenangan itu diraih Maryam dalam acara festival bahasa Indonesia yang disebut dengan Festival Handai Indonesia (FHI) , yang diadakan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) KBRI Kairo.

FHI merupakan wahana unjuk kemahiran dan kreativitas berbahasa Indonesia untuk memperingati Bulan Bahasa dan Sastra pada 28 Oktober 2020.

Ada tujuh kategori lomba yaitu lomba bercerita, berpidato, bernyanyi, berdeklamasi, bermain peran, berkomedi tunggal, dan lomba membawakan reportase, demikian dilansir dalam laman kemlu.go.id.

Sebanyak 21 siswa Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) mengikuti lomba FHI. Mereka adalah siswa BIPA yang belajar di Puskin KBRI Kairo, BIPA di Universitas al-Azhar, dan  BIPA di Pusat Studi Indonesia (PSI) Universitas Canal Suez Provinsi Ismailiyah. Dari jumlah tersebut lima orang mendapatkan juara dengan berbagai katagori.

Salah satu peserta lain dalam lomba bertutur bahasa Indonesia bagi siswa asing di Kairo. (kbri kairo)

Maryam Ashraf Mahmoud Mohamed, peserta terbaik satu dalam lomba bercerita. Hanem Elhuseini Ahmad Mohamed Saleh, peserta terbaik satu dalam lomba berdeklamasi. Kareem Elmahdi, peserta terbaik satu dalam lomba berkomedi tunggal.

Sementara Fatimah Jamal Abdel Dayem, peserta terbaik dua dalam lomba berpidato dan Esraa Sherif Elsaid Ibrahim Nassar, peserta terbaik lima dalam lomba membawakan reportase.

Komentar Hanem

Hanem Elhuseini Ahmad Mohamed Saleh mengatakan, Indonesia sangat kaya akan budaya. Jarang negara di dunia yang mempunyai kekayaan budaya seperti Indonesia.

“Saya bangga karena bisa belajar bahasa Indonesia. Saya jadi kenal budaya Indonesia yang luar biasa. Bahasa Indonesia harus dikenalkan ke orang asing agar mereka mengenal  Indonesia dan kekayaan budayanya yang luar biasa,” katanya  seraya menyampaikan terima kasih kepada guru BIPA di Puskin yang selama ini membimbingnya.

Fatimah Jamal Abdel Dayem dalam pidatonya mengangkat tema tentang “Hubungan Indonesia-Mesir”.

Menurutnya, hubungan Indonesia – Mesir sangat erat dan  KBRI Kairo telah melakukan berbagai kegiatan untuk mempererat hubungan diplomatik antarkedua negara.

Di antaranya dengan mengadakan kegiatan kebudayaan bersama antara KBRI dan pemerintah Mesir yang disebut dengan “Hari Indonesia-Mesir”.

Fatimah mengatakan, dalam dunia pendidikan, Al-Azhar memberikan beasiswa ke para pelajar Indonesia. Sementara itu, Indonesia juga memberikan beasiswa kepada mahasiswa Mesir, seperti Program Beasiswa Darmasiswa dan Program Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

“Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia dan Mesir sangat dekat. Hubungan keduanya harus terus dipupuk agar lebih erat di masa yang akan datang,” katanya.

Karem Elmahdi, peserta terbaik satu dalam lomba berkomedi tunggal memberi apresiasi terhadap program BIPA di Puskin Kairo. Menurutnya Puskin Kairo memiliki peran penting dalam memperkenalkan kebudayaan dan Bahasa Indonesia kepada warga Mesir.

Secara terpisah Bambang Suryadi ,Atdikbud KBRI Kairo, menyatakan, merasa bangga dengan capaian dan prestasi yang dicapai siswa BIPA Mesir.

“Atas nama KBRI Kairo saya merasa bangga dengan prestasi yang dicapai siswa BIPA Mesir.  Bagi yang belum beruntung menjadi juara,  jangan kecil hati dan tetap semangat sebab masih ada kesempatan tahun depan,” kata Bambang.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru