Wednesday, April 14, 2021
Home > Berita > Si Jago Merah panggang tiga ekor sapi di Cipari

Si Jago Merah panggang tiga ekor sapi di Cipari

Kebakaran kandang sapi hanguskan tiga ekor sapi di Kuningan. (dien)

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Kandang sapi milik pasangan Sunardi alias Aday (63) dan Ningsih (55) di  Blok Sukasari, Kelurahan Cipari, Kelurahan Cigugur, Kuningan Jawa Barat, menyebabkan tiga ekor sapi hangus terpanggang.

Mereka hanya bisa pasrah melihat kebakaran yang terjadi Minggu malam itu, yang melalap tujuh ekor sapi miliknya, diduga api berasal dari tungku yang tak jauh dari kandang miliknya.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, seperti biasa saya kasih pakan sapi dan memeras susu sapi, sebelumnya saya masak air di tungku yang ada di kandang,” ujar Abah Aday.

Karena sudah terbiasa membiarkan tungku api menyala hingga aktivitas di kandang selesai, Abah Aday pun tidak menyadari saat pulang ke rumah tungkunya masih menyala.

“Tungku masih nyala sampai jam tujuh malam. Setelah itu saya pulang ke rumah dan istrahat. Sejam kemudian ada Pak Gugum yang sedang berada di jalan desa , melihat asap tebal dan ia memberi tahu saya,” tutur Aday.

Melihat kejadian tersebut Ia bersama warga desa lainnya bahu membahu menuju ke lokasi memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Rupanya si jago merah sulit untuk dipadamkan, karena khawatir akan menjalar ke bangunan yang lainnya, Gugum Gumelar  (35),menghubungi kantor UPT Damkar Satpol PP Kuningan.

Kepala UPT Damkar Satpol PP Kuningan M Khadafi Mufti mendengar ada peristiwa kebakaran kandang sapi, pihaknya segera menurunkan satu unit kendaraan dinas kebakaran dan sembilan orang anggotanya menuju lokasi.

“Selama 15 menit kemudia kami tiba di lokasi pada pukul 20.45 WIB, dan api baru bisa dijinakan dua jam kemudian,” kata Khadafi.

Lokasi kebakaran merupakan pemukiman padat penduduk, sambung Khadafi, sehingga pihaknya agak kesulitan untuk memadamkan api. “Selain itu di lokasi pertenakan sapi yang terbakar,tidak ada sistem proteksi kebakaran sama sekali,”jelasnya.

Maka dari itu pihaknya mengimbau untuk menganstisipasi kebakaran sebaiknya dimana pun selalu menyediakan sistem protek kebakaran aktif atau pasif.

“Saya lihat di lokasi tidak tersedia alat pemadam api ringan, tandon air untuk kebakaran sehingga agak kesulitan, dan untuk kandang peternak lainnya juga sebaiknya menyediakan sistem proteksi kebakaran aktif,” ujarnya.

Khadafi menambahkan, untuk memastikan api dalam keadaan padam bila akan berpergian, termasuk bagi warga setempat, baik itu saat memasak ataupun menyalakan perapian.

Total kerugian sementara yang didera korban hingga saai ini mencapai Rp165 juta dengan rincian tiga ekor sapi dewasa mati terpanggang, empat ekor lainnya luka bakar, satu anak sapi perah selamat.  (dien/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru