Wednesday, October 21, 2020
Home > Berita > Penanaman 400 pohoh disaksikan Putri Indonesia dan Lingkungan

Penanaman 400 pohoh disaksikan Putri Indonesia dan Lingkungan

Keterangan foto - Putri Indonesia, Lingkungan 2020, Putu Ayu Saraswati, ikut menyaksikan penanaman 400 pohon di Kuningan, Sabtu. (dien)

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Putri Indonesia, Lingkungan 2020, Putu Ayu Saraswati, ikut menyaksikan penanaman 400 pohon di bekas tempat galian tambang C Cisantana, juga menyebar bibit ikan dan melepas burung ke alam bebas.

Putri Indonesia menyaksikan acara yang digelar Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran Dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, yang juga dihadiri Bupati Kuningan beserta jajaran pejabat Pemkab Kuningan, di akhir minggu ini.

Kegiatan KLHK RI ini merupakan rangkaian kegiatan pada 2019, yaitu rehabilitasi lahan galian bekas tambang. KLHK RI telah mengucurkan dana untuk merevitalisasi lahan ini agar dapat dimanfaatkan oleh Bumdes Cisantana sebagai objek wisata.

Kegiatan ini dinilai Bupati Kuningan sebagai langkah strategis rehabilitasi lingkungan hidup pasca dideklarasikannya Kuningan sebagai Kabupaten Konservasi. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan menerjemahkan deklarasi ini dalam bentuk program pembangunan yang berlandaskan pada pemanfaatan berkelanjutan, perlindungan sistem penyangga kehidupan, dan pengawetan keanekaragaman hayati.

Keterangan foto – Putri Indonesia – Lingkungan 2020 ketika menerima mahkota saat mengikuti kontes 2020. (ist)

Kepala Dinas LH Kabupaten Kuningan, Wawan Setiawan, S.Hut., MT menjelaskan, lahan kritis merupakan lahan yang telah mengalami kemerosotan kesuburannya atau lahan yang dalam proses kemunduran kesuburannya, baik secara fisik maupun kimia dan biologi.

“Lahan bekas tambang galian batu seperti ini adalah lahan kritis yang harus kita pulihkan kembali. Melalui kegiatan penanaman pohon, pembangunan situ/embung dan penataan infrastruktur lainnya diharapkan dapat menjadikan lahan kritis ini menjadi produktif kembali,” katanya.

Bupati Kuningan menyatakan harapannya agar program dan kegiatan pemulihan lahan seperti ini ke depan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mata pencaharian alternatif bagi  masyarakat sekitar yang hidup dari pemanfaatan sumber daya alam setelah potensi galian batu tidak diperbolehkan lagi.

“Dalam visi kami ditekankan bahwa poros pembangunan berdada di desa sebagai basis ekonomi daerah yang akan terus didorong pembangunan dan pengembangannya sesuai dengan potensi sumber daya alam dan karaketristik wilayahnya,” kata Bupati.  (dien / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru