Friday, April 19, 2024
Home > Berita > Serangan udara Israel hantam bagian selatan Jalur Gaza, tewaskan puluhan warga Palestina

Serangan udara Israel hantam bagian selatan Jalur Gaza, tewaskan puluhan warga Palestina

Israel memperluas serangan darat dan membombardir sasarannya di Jalur Gaza. (Foto: File AFP/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Gaza) – Setelah mengubah sebagian besar wilayah utara Gaza, termasuk sebagian besar Kota Gaza, menjadi gurun yang dipenuhi puing-puing, serangan udara Israel yang dahsyat menghantam bagian selatan Jalur Gaza pada hari Senin (4/12), menewaskan dan melukai puluhan warga Palestina.

Arab News melaporkan, serangan itu termasuk di daerah-daerah di mana Israel telah memerintahkan orang-orang untuk mencari perlindungan. Demikian kata penduduk dan jurnalis di lapangan.

Pasukan dan tank Israel juga melancarkan kampanye darat melawan militan Hamas di selatan wilayah kantong tersebut setelah sebagian besar menguasai wilayah utara yang kini hancur.

Pada Senin pagi, Israel memerintahkan warga Palestina untuk meninggalkan sebagian kota utama di selatan Gaza, Khan Younis. Namun warga mengatakan bahwa daerah yang diperintahkan untuk mereka datangi juga ikut diserang.

Militer Israel mengunggah peta di platform media sosial X yang menunjukkan sekitar seperempat wilayah Khan Younis ditandai dengan warna kuning sebagai wilayah yang harus segera dievakuasi.

Tiga anak panah menunjuk ke selatan dan barat, memberitahu orang-orang untuk menuju ke pantai Mediterania dan menuju Rafah, sebuah kota besar di dekat perbatasan Mesir.

Warga Gaza yang putus asa di Khan Younis mengemasi barang-barang mereka dan menuju Rafah. Sebagian besar berjalan kaki, melewati reruntuhan bangunan dalam prosesi yang khidmat dan sunyi.

Namun kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina di Gaza (UNRWA), Thomas White, mengatakan orang-orang di Rafah terpaksa mengungsi.

“Orang-orang memohon nasihat tentang di mana menemukan keselamatan. Kami tidak punya apa-apa untuk diberitahukan kepada mereka,” katanya di X.

Di bagian utara wilayah tersebut, kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan sedikitnya 50 orang tewas dalam serangan udara Israel yang menghantam dua sekolah yang menampung para pengungsi di lingkungan Daraj di Kota Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar mengenai laporan tersebut dan tidak dapat segera memverifikasinya secara independen. Sedang seorang juru bicara tentara Israel mengatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan tersebut.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan mengatakan setidaknya 15.899 warga Palestina, 70 persen di antaranya perempuan atau berusia di bawah 18 tahun, kini tewas dalam pemboman Israel di daerah kantong yang dikuasai Hamas dalam delapan minggu peperangan. Ribuan lainnya hilang dan dikhawatirkan terkubur di reruntuhan.

Israel melancarkan serangannya untuk memusnahkan Hamas sebagai pembalasan atas serangan lintas batas yang dilakukan kelompok bersenjata pada 7 Oktober. Mereka membunuh 1.200 orang dan menyandera 240 orang, menurut penghitungan Israel – hari paling mematikan dalam 75 tahun sejarah Israel.

Kawah Besar

Pengeboman di salah satu lokasi di Rafah semalam telah merobek bumi menjadi sebuah kawah sebesar lapangan basket. Kaki seorang balita yang telanjang dan celana panjang hitam menyembul dari bawah tumpukan puing. Para pria berjuang dengan tangan kosong untuk memindahkan bongkahan beton yang telah menghancurkan anak tersebut.

Kemudian mereka meneriakkan “Tuhan Maha Besar” dan menangis sambil berjalan melewati reruntuhan sambil membawa jenazah dalam bungkusan, dan anak kecil lainnya yang dibungkus selimut.

“Kami tertidur dan selamat,” kata Salah Al-Arja, pemilik salah satu rumah yang hancur di lokasi. “Ada anak-anak, wanita dan para martir,” katanya. “Mereka mengatakan kepada Anda bahwa ini adalah wilayah yang aman, namun tidak ada wilayah yang aman di seluruh Jalur Gaza.”

Israel menuduh Hamas membahayakan warga sipil dengan beroperasi dari wilayah sipil, termasuk di terowongan yang hanya bisa dihancurkan oleh bom besar. Hamas membantah melakukan hal tersebut.

Sebanyak 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah meninggalkan rumah mereka akibat kampanye pemboman Israel yang telah mengubah sebagian besar jalur pantai yang padat menjadi gurun tandus.

Pasukan Israel sebagian besar menguasai bagian utara Gaza pada bulan November, dan sejak gencatan senjata selama seminggu gagal pada hari Jumat, mereka dengan cepat bergerak jauh ke bagian selatan.

Tank-tank memasuki Gaza dari pagar perbatasan dan memutus jalur utama utara-selatan, kata warga. Militer Israel mengatakan jalan utama dari Khan Younis ke utara “merupakan medan perang” dan sekarang ditutup.

Hamas mengatakan para pejuangnya bentrok dengan pasukan Israel di utara Khan Younis semalam.

Komandan korps lapis baja Israel, Brigjen Hisham Ibrahim, mengatakan kepada Radio Angkatan Darat bahwa militer hampir mencapai tujuannya di Gaza utara.

“Kami mulai memperluas manuver darat ke wilayah lain di Jalur Gaza, dengan satu tujuan – untuk menggulingkan kelompok teroris Hamas,” katanya.

Militer merilis rekaman pasukan yang berpatroli dengan tank dan berjalan kaki, di ladang dan di daerah perkotaan yang rusak parah, dan menembakkan senjata, tanpa menyebutkan lokasinya di Gaza.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru