Sunday, February 28, 2021
Home > Berita > Sebanyak 7.720 dosis Vaksin Sinovac Tiba di Kuningan

Sebanyak 7.720 dosis Vaksin Sinovac Tiba di Kuningan

Sebanyak 7.720 dosis Vaksin Sinovac Tiba di Kuningan, Jawa Barat, Rabu.

Mimbar-Rakyat.com  (Kuningan) – Vaksin Corona sampai di Kabupaten Kuningan sebanyak sekitar 7.720 dosis disimpan di Gudang Farmasi, pada Rabu (27/1/2021).

Kedatangan vaksin Sinovac disambut oleh Bupati Kuningan, H Acep Purnama, yang rencananya akan didistribusikan ke 15 Puskemas yang telah ditunjuk sebagai lokasi vaksinasi.

“Alhamdulillah kami terima dalam keadaan baik sebanyak 7.720 vaksin sesuai surat ekspedisinya. Hari ini disimpan dan Insya Allah akan disalurkan ke 15 puskesmas, mungkin nanti sore baru di distribusikan,” kata Acep saat diwawancarai wartawan.

Acep mengatakan, pada Kamis 28 Januari Pemkab Kuningan akan melaunching program vaksinasi. Penyuntikan vaksin perdana nantinya dilakukan di Puskesmas Garawangi.

“Mudah-mudahan besok berjalan lancar dan kepada TNI Polri dan Dinkes Provinsi Jabar kami ucapkan terima kasih atas pengawalannya,” ucapnya.

Ia pun menyebut saat launching vaksin berlangsung akan ada 10 orang pejabat yang akan menjadi orang pertama yang menerima vaksin Covid-19, yakni Wabup Kuningan, Kapolres Kuningan, Dandim 0615/Kuningan, Kepala Pengadilan Negri, Perwakilan MUI, Kepala BPBD Kuningan,Ketua Tim Penggerak PKK Kuningan, Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, Perwakilan DPRD Kuningan.

“Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat yang akan menerima vaksin ini saya pastikan vaksin aman dan sudah memenuhi persyaratan mulai dari keamanan, kehalalan makanya saya imbau masyarakat untuk mendukung program vaksinasi,”ujarnya.

Setelah itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Susi Lusiyanti menjelaskan penyuntikan akan dilanjutkan kepada tenaga kesehatan dan seluruh dokter pada tahap awal untuk tenaga kesehatan sebanyak 3.860 orang dan dokter sebanyak 250.  “Setelah itu akan diutamakan kepada nakes dulu baru ke masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan untuk penerima Vaksin Sinovac, pada mmereka yang usia berkisar antara 18 hingga 59 tahun. “Agar lebih efektif, sebaiknya sesudah divaksin untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu 3M. Tubuh masih memerlukan waktu untuk dapat membuat antibodi sehingga harus tetap menjalankan protokol kesehatan,” katanya.  (dien / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru