Tuesday, January 18, 2022
Home > Berita > Presiden Jokowi di Abu Dhabi, bertemu Pangeran hingga pebisnis

Presiden Jokowi di Abu Dhabi, bertemu Pangeran hingga pebisnis

Presiden Joko Widodo tiba di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) pada Selasa, 2 November 2021 atau Rabu WIB. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

Mimbar-Rakyat.com (Abu Dhabi) – Presiden Joko Widodo  mengawali rangkaian kunjungannya di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), pada Rabu, 3 November 2021, melakukan pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Al-Shatie.

Presiden Jokowi bersama Pangeran MBZ juga akan melakukan jamuan makan siang bersama di Istana Al-Shatie. Demikian dilaporkan laman resmi Presiden RI, presidenri.go.id.

Setelahnya, Presiden Jokowi akan melakukan peninjauan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur di PEA, mulai dari kantor baru Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, President Joko Widodo Street, hingga Masjid Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi juga diagendakan melakukan kunjungan ke Jubail Mangrove Park untuk melakukan peninjauan sekaligus melakukan penanaman pohon. Mengakhiri rangkaian kunjungan hari ke-2 di Abu Dhabi, Presiden Jokowi akan melakukan pertemuan dengan tokoh dan pebisnis PEA.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan di Abu Dhabi  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Terbang 7,5 Jam

Usai menempuh penerbangan selama kurang lebih 7,5 jam dari Glasgow, Skotlandia, Presiden Joko Widodo tiba di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) pada Selasa, 2 November 2021. Pesawat GIA-1 yang ditumpangi Presiden mendarat di Terminal Kepresidenan Bandara Internasional Abu Dhabi sekitar pukul 22.50 waktu setempat (WS) atau Rabu, 3 November 2021 pukul 01.50 WIB.

Setelah pesawat berhenti dengan sempurna, Presiden Jokowi disambut  Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA Husin Bagis beserta Ibu Farida Husin Bagis, Menteri Energi PEA Suhail Al Mazroui, dan Atase Pertahanan RI Riyadh Brigjen Erlangga di bawah tangga pesawat.

Sebelum meninggalkan bandara, Presiden Jokowi berbincang dengan Menteri Energi PEA Suhail Al Mazroui didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA Husin Bagis di Ruang Majlis.

Selanjutnya, Presiden Jokowi bersama rombongan meninggalkan Bandar Udara Internasional Abu Dhabi, menuju hotel tempat menginap selama berada di Abu Dhabi, PEA.

Persatuan Emirat Arab merupakan negara ketiga yang dikunjungi Presiden Jokowi dalam rangkaian lawatan ke luar negerinya setelah Italia dan Skotlandia.

Kegiatan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi utamanya untuk memperkuat kerja sama terutama dalam bidang perdagangan dan investasi.

Dukung Perjuangan Palestina

Presiden sebelumnya menghadiri rangkaian KTT Pemimpin Dunia COP26 di Glasgow, Skotlandia, pada 1-2 November 2021.

Selama dua hari di Glasgow, Presiden Jokowi menjalani sejumlah agenda kerja yang cukup padat. Di hari pertama,  mengadakan pertemuan bisnis dengan para CEO perusahaan Inggris. Pertemuan tersebut diharapkan dapat mengakselerasi realisasi komitmen investasi perusahaan yang hadir dalam pertemuan yang mencapai USD9,29 miliar guna mendukung percepatan transisi energi dan ekonomi hijau di Indonesia.

Presiden juga menghadiri upacara pembukaan KTT Pemimpin Dunia COP26 yang digelar di Scottish Event Campus (SEC). Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan komitmen Indonesia dalam penanganan perubahan iklim, antara lain laju deforestasi yang turun signifikan dan terendah dalam 20 tahun terakhir, hingga penurunan kebakaran hutan sebesar 82 persen pada 2020.

Di sela-sela KTT COP26, Jokowi juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Palestina Mohammad Ibrahim Shtayyeh dan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perjuangan Palestina menjadi negara yang merdeka, berdaulat penuh, dan dapat menentukan nasibnya sendiri dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota negaranya.

Sementara itu, pada pertemuan bilateral dengan PM Slovenia, Janez Jansa, Presiden Jokowi antara lain mengharapkan agar Slovenia mendorong finalisasi perundingan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement.

Presiden Jokowi juga menggelar pertemuan bilateral dengan PM Inggris, Boris Johnson di mana kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. Kepada Presiden Jokowi, PM Johnson bahkan menyatakan pentingnya dukungan berupa investasi hijau, dukungan multilateral development banks, dan teknologi hijau yang terjangkau.

Saat bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, Presiden Jokowi setidaknya membahas empat isu utama, yaitu apresiasi kerja sama di bidang kesehatan, pentingnya kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, isu perubahan iklim, dan presidensi G20 Indonesia pada tahun 2022. Selain itu, kedua Kepala Negara juga melakukan tukar pikiran mengenai berbagai isu internasional, antara lain demokrasi, Myanmar, dan Afghanistan.

Di hari kedua, Presiden Jokowi menjadi salah satu dari tiga pembicara pada World Leaders Summit on Forest and Land Use. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi antara lain menyampaikan soal pengelolaan hutan yang harus memadukan pertimbangan kebijakan lingkungan dengan ekonomi dan sosial. Presiden Jokowi juga menegaskan kesiapan Indonesia untuk berbagi pengalaman tentang keberhasilannya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru