Thursday, December 02, 2021
Home > Berita > Banjir Masih Rendam Sebagian Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu

Banjir Masih Rendam Sebagian Wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu

Banjir yang terjadi pada Senin lalu (1/11) masih merendam beberapa wilayah di bagian hilir Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatra Selatan. Genangan sejumlah desa lain yang terdampak telah surut pada hari ini, Rabu (3/11). (Foto: Admin BNPB)

Mimbar-Rakyat.com (Palembang) – Banjir masih merendam beberapa wilayah di bagian hilir Kabupaten Ogan Komering Ulu, Provinsi Sumatra Selatan, hingga Rabu (3/11). Genangan sejumlah desa lain yang terdampak telah surut pada hari ini, Rabu (3/11). Banjir diakibabtkan hujan pada Senin (1/11).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan empat kecamatan terdampak banjir yang terjadi pada malam hari, sekitar pukul 23.30 WIB. Personel Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD setempat Gunalfi menginformasikan debit air di beberapa wilayah sudah mulai surut.

“Namun di bagian hilir Sungai Ogan pada Kecamatan Baturaja Timur dan Kecamatan Lubuk Batang, air masih merendam rumah warga,” ujarnya, seperti dikutip dari bnpb.go.id.

Pihaknya mengidentifikasi wilayah desa yang terdampak di dua kecamatan itu, antara lain Desa Tanjung Kemala, Terusan, Tanjung Baru di Kecamatan Baturaja Timur, sedangkan Desa Lubuk Batang Lama di Kecamatan Lubuk Batang.

Banjir yang dipicu oleh hujan intensitas tinggi hingga menyebabkan debit air Sungai Ogan dan Lengkayap meluap tersebut juga sempat merendam desa-desa di kecamatan lainnya. Data BPBD Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyebutkan desa terdampak yaitu Desa Laya, Tanjung Agung dan Karang Agung di Kecamatan Baturaja Barat serta Desa Pengaringan di Kecamatan Semidang Aji.

Banjir berdampak pada 980 KK serta kerugian material pada 632 unit rumah. Ketinggian banjir yang berkisar pada 60 hingga 100 cm itu juga merusakkan 2 unit jembatan.

Saat peristiwa tersebut terjadi, BPBD Kabupaten OKU telah merespons dengan berkoordinasi dengan dinas maupun aparat di tingkat kecamatan maupun desa. Personel dan peralatan berbagai pihak dikerahkan untuk melakukan kesiapsiagaan dalam mengevakuasi warga yang membutuhkan pertolongan.

Berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten OKU memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Sebanyak 11 kecamatan teridentifikasi memiliki potensi bahaya tersebut, termasuk wilayah kecamatan yang terdampak banjir pada Senin lalu.

Sumatra Selatan termasuk salah satu wilayah yang diprakirakan BMKG berpotensi curah hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang hingga 6 November 2021 mendatang. Fenomena La Nina yang mulai terasa dampaknya perlu mendapatkan perhatian bersama untuk mengantisipasi atau pun menghindari dampak bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, banjir bandang, angin kencang maupun tanah longsor.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru