Wednesday, January 27, 2021
Home > Berita > Polisi Saudi lakukan perburuan terhadap pembom di pemakaman Jeddah

Polisi Saudi lakukan perburuan terhadap pembom di pemakaman Jeddah

Polisi Saudi menutup jalan yang mengarah ke pemakaman non-Muslim di Jeddah, tempat terjadi ledakan, pada 11 November 2020. (Foto AFP/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com (Jeddah) – Polisi Saudi melakukan perburuan sejak Rabu (11/11) setelah terjadinya ledakan bom yang menargetkan diplomat asing yang menghadiri upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia Pertama, di Jeddah.

Sedikitnya dua orang terluka ketika terjadi ledakan di pemakaman Khawajat, saat konsul Prancis pidato pada acara memperingati Hari Gencatan Senjata tahunan itu, yang menandai berakhirnya Perang Dunia Pertama.

“Di akhir pidato kami mendengar ledakan. Awalnya kami tidak begitu memahaminya, tetapi kami kemudian menyadari bahwa kami adalah targetnya, “kata saksi mata Nadia Chaaya kepada televisi Prancis. Kami panik dan khawatir akan ada ledakan kedua.

Seorang petugas polisi Saudi dan seorang polisi Yunani yang tinggal di Kerajaan menderita luka ringan akibat ledakan itu. Pasukan keamanan Saudi segera menutup tempat kejadian dan memblokir jalan menuju ke pemakaman di selatan pusat kota saat penyelidikan dimulai.

Otoritas wilayah Makkah menggambarkan serangan itu sebagai “pengecut” dan “tidak berhasil,” dan mengatakan bahwa seorang karyawan konsulat Yunani dan seorang petugas keamanan Saudi terluka pada upacara Hari Peringatan yang diadakan oleh konsulat Prancis di Jeddah tersebut.

Sumber pemerintah Saudi mengatakan kepada Arab News bahwa insiden tersebut sedang diselidiki dan laporan akan segera dikeluarkan.

Pemakaman tempat ledakan terjadi terletak di selatan kota dekat pusat kota Jeddah. Pengawasan pemakaman bergilir setiap tahun antara konsulat Barat.

“Upacara tahunan memperingati berakhirnya Perang Dunia I di pemakaman non-Muslim di Jeddah, dihadiri oleh beberapa konsulat, termasuk dari Prancis, menjadi sasaran serangan IED (alat peledak improvisasi) pagi ini, yang melukai beberapa orang,” Demikian pernyataan kementerian luar negeri Prancis.

“Kedutaan besar yang terlibat dalam upacara peringatan itu mengutuk serangan pengecut ini, yang sama sekali tidak bisa dibenarkan,” tambah kementerian itu.

“Serangan seperti itu terhadap orang yang tidak bersalah memalukan dan sepenuhnya tanpa pembenaran,” kata pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh kedutaan besar dari lima negara yang hadir.

Kedutaan Prancis di Riyadh mendesak warganya di Arab Saudi melakukan “kewaspadaan ekstrim” sejak seorang penjaga keamanan di konsulat Jeddah ditikam pada 29 Oktober, pada hari yang sama seorang pria bersenjatakan pisau membunuh tiga orang di sebuah gereja di Nice di selatan Perancis.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru