Friday, July 12, 2024
Home > Berita > Peres Jepchirchir pimpin Kenya untuk raih emas dan perak Olimpiade Tokyo

Peres Jepchirchir pimpin Kenya untuk raih emas dan perak Olimpiade Tokyo

Emas Marathon Putri -- Peres Jepchirchir dari Kenya melakukan selebrasi saat melintasi garis finis untuk mersaih medali emas, di final marathon putri, pada hari kelima belas Olimpiade Tokyo 2020, di Kasumigaseki Country Club, Sabtu (7/8). (Foto: Lintao Zhang-Getty Images/https://olympics.com/tokyo-2020)

Mimbar-Rakyat.com (Tokyo) – Peres Jepchirchir dari Kenya mengungguli rekan senegaranya pemegang rekor dunia Brigid Kosgei untuk meraih medali emas maraton putri Olimpiade Tokyo 2020. Brigid Kosgei harus puas dengan perak dalam perlombaan yang menguras fisik itu dan Molly Seidel dari Amerika Serikat (AS) mendapat perunggu.

Peres Jepchirchir, menurut laporan yang dikutip dari https://olympics.com/tokyo-2020 menyelesaikan lomba dalam dua jam, 22 menit dan 01 detik, sekaligus waktu terbaiknya musim ini. Lari marathon di laksanakan di Sapporo yang panas dan lembab dan melelahkan secara fisik.

Dalam lomba yan digelar Sabtu (7/8) itu juara dunia setengah maraton dua kali itu unggul 16 detik dari Kosgei. Molly Seidel dari AS, pendatang baru dalam maraton, membawa pulang perunggu dalam waktu dua jam 27 menit 46 detik.

“Rasanya enak,” kata Jepchirchir saat memenangkan emas. “Saya sangat, sangat senang karena kami menang sebagai Kenya. Pertama dan kedua. Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan saya. Saya bahagia untuk keluarga saya. Saya bahagia untuk negara saya, Kenya.”

“Saya mendorong kecepatan (dan ketika saya membuka celah) rasanya seperti, ‘wow, saya akan berhasil. Saya akan menang’.”

Penyelenggara Olimpiade memulai lomba satu jam lebih awal, pada pukul 6 pagi, karena kekhawatiran suhu panas di Sapporo. Sebanyak 88 orang berbaris di awal lintasan sejauh 42 km di Taman Sapporo Odori itu. Empat belas diantaranya, termasuk juara dunia Ruth Chepngetich dari Kenya, gagal finis.

“Itu sangat panas, itu tidak mudah,” kata Jepchirchir. “Saya hanya bersyukur saya berhasil (untuk mengatasi) keadaan cuaca itu.”
“Ini sangat panas tapi kami berusaha melakukan yang terbaik,” tambah Kosgei.

Chepngetich dan Kosgei semula memimpin awal lomba, dengan sekelompok 10 pelari. Namun tidak ada pelari yang benar-benar unggul selama 30 kilometer pertama saat mereka bersaing di jalanan Sapporo. Persaingan baru dimulai pada jarak 36km.

Kelompok kecil yang memisahkan diri termasuk Kosgei, Jepchirchir, Seidel, dan Lonah Chemtai Salpeter dari Israel, bergerak menjauh, membuka selisih 11 detik dengan pelari di belakang mereka.

Kosgei naik dari posisi keenam untuk berlari bersama rekan sesama Kenya dan tepat sebelum jarak 38km, mereka berusaha mempercepat laju untuk meraih kemenangan. Seidel mulai kehilangan kekuatan seperti halnya Salpeter sementara dua Kenya menjauh.

Saat kurang dari satu kilometer, Jepchirchir melaju makin meyakinkan untuk mengukuhkan posisinya sebagai pelari maraton wanita top dunia. Saat Kosgei memudar, tertinggal, Jepchirchir sukses menyelesaikan lomba dengan catatan waktu terbaik 2:22:01.

Emas Jepchirchir memberi Kenya gelar maraton wanita kedua berturut-turut di Olimpiade. Pertama di Rio tahun 2016 emas diraih lewat Jemima Sumgong.

Ini adalah lomba lari maraton wanita ke-10 dalam Olimpiade, setelah pertama kali diikutsertakan di Los Angeles pada tahun 1984.
Kenya telah memenangi tujuh medali maraton dalam 10 penampilan acara tersebut, tetapi ini adalah emas dan perak pertama diraih secaara bersamaan oleh negara itu dalam satu perlombaan maraton Olimpiade.***(edy)
mendapat perunggu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru