Friday, August 12, 2022
Home > Berita > Hansle Parchment dari Jamaika rebut emas lari gawang 110m putra

Hansle Parchment dari Jamaika rebut emas lari gawang 110m putra

Hansle Parchment dari Jamaika finis pertama di depan Grant Holloway dari Tim Amerika Serikat di final110m putra, pada hari ketiga belas Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, Kamis (5/8) di Tokyo, Jepang. (Foto: Matthias Hangst/Getty Images/ https://olympics.com/tokyo-2020)

Mimbar-Rakya.com (Tokyo) – Hansle Parchment dari Jamaika finis pertama mengatasi pesaing beratnya Grant Holloway dari Amerika Serikat di final 110m gawang putra, pada hari ketiga belas Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade pada 05 Agustus 2021 di Tokyo, Jepang.

Pelari Jamaika yang mengalahkan juara dunia Grant Holloway di final yang mendebarkan, mendapat sambutan luar biasa dari para penonton. Dia mejadikan Holloway harus puasa dengan medali perak dan rekan senegaranya Ronald Levy (Jamaika) mersaih perunggu.

Hansle Parchment memenangi medali emas dalam waktu 13,05 detik untuk. Dia melesat melewati favorit kuat Grant Holloway, juara dunia AS dan orang tercepat kedua yang pernah ada di acara tersebut.

Holloway, yang memulai dengan cepat tetapi terjatuh karena dua rintangan terakhir, harus puas di posisi kedua dalam 13,09 detik dan atlet Jamaika lainnya Ronald Levy selesai urutan ketiga dengan 13,10 detik.

Parchment berusia 31 tahun, menempati urutan kedua dalam kejuaraan dunia 2015 di Beijing dan ketiga di London 2012. Sekarang dia memiliki medali Olimpiade kedua. Namun, yang pasti menjadi kebanggaan tersendiri karena atlet Jamaika dengan tinggi 195 cm itu meraih kemenangan yang tak aka terlupakan di Stadion Olimpiade di Tokyo.

“Perasaan luar biasa, luar biasa,” katanya. “Saya telah bekerja sangat keras. Sulit dipercaya bahwa saya mengalahkan dia (Grant Holloway). Saya sangat berterima kasih,” katanya. Seperti dikutip dari https://olympics.com/tokyo-2020.

Tentu saja. Ada begitu banyak di sini, Grant di sini misalnya, dan itu menjadi motivasi bagi saya. Saya bahkan duduk dan menonton (atlet lain) untuk meningkatkan cara saya mengambil waktu latihan saya,” katanya lagi. “Saya tidak berpikir banyak, meski orang mengharapkan saya untuk menang.”

Holloway, meski finis kedua, mengungkapkan kebahagiaannya dengan raihan medali perak Olimpiade, meskipun itu bukan hasil yang dia harapkan.”Ini bukan hasil yang saya inginkan, tetapi ini memungkinkan saya untuk mengatakan bahwa saya adalah peraih medali Olimpiade.”***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru