Tuesday, July 05, 2022
Home > Berita > Operasi Pasar, Pemerintah salurkan 1,2 miliar liter minyak goreng mulai pekan ini

Operasi Pasar, Pemerintah salurkan 1,2 miliar liter minyak goreng mulai pekan ini

Ilustrasi - Pemerintah lakukan Operasi Pasar minyak goreng pekan ini. (ekonomi.bisnis)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Pemerintah menjamin pendistribusian 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana kepada masyarakat dalam operasi pasar mulai pekan ini guna menjaga stabilitas harga minyak goreng.

“Kami akan mulai pendistribusiannya minggu ini, pasti minggu ini,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi kepada wartawan dalam acara peluncuran BUMN Pangan ID FOOD di kawasan Kota Tua, Jakarta, Rabu.

Menteri Lutfi menjelaskan, berbagai indikator penyebab kenaikan harga minyak goreng di pasar, salah satunya akibat lonjakan harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang merupakan bahan baku utama minyak goreng.

Ia menjelaskan, adanya kenaikan harga minyak sawit mentah ini, menyebabkan  salah satu tujuan Indonesia untuk memproduksi kelapa sawit terbesar di dunia.

Sepanjang tahun 2021 nilai ekspor minyak sawit mencapai 27 miliar dolar AS,   tertinggi dalam sejarah Indonesia dengan harga per ton mencapai 1.320 dolar AS, sehingga berimbas kepada harga minyak goreng.

“Kami sedang mengintervensi supaya minyak goreng ini tetap ada dan terjangkau. Tujuan kami barang ada dan terjangkau pada harga Rp14.000 per liter,” kata Mendag Lutfi.

Pemerintah akan memakai mekanisme Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan menggunakan subsidi Rp3.000 per liter. Sebanyak 1,2 miliar liter minyak goreng kemasan sederhana itu untuk enam bulan pertama tahun 2022.

Kebijakan operasi pasar ini dapat diperpanjang kembali selama enam bulan apabila harga minyak goreng di pasar masih tetap tinggi.

“Sebesar 1,2 miliar liter ini untuk enam bulan, jadi kami memprediksi harga akan jauh lebih landai dan stabil setelah enam bulan. Kalau ternyata harga tidak stabil dan tidak landai, kami akan teruskan lagi enam bulan kedua, sehingga totalnya menjadi 2,4 miliar liter,” kata Mendag Lutfi.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru