Sunday, May 09, 2021
Home > Berita > Jutaan bahan baku Vaksin Covid-19 tiba hari ini

Jutaan bahan baku Vaksin Covid-19 tiba hari ini

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto BPMI Setpres)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Sebanyak 15 juta bahan baku vaksin akan tiba di Indonesia pada Selasa (12/1) hari ini. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menjelaskan bahwa bahan baku tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut oleh BUMN Bio Farma menjadi vaksin Covid-19 siap pakai.

“Ada sedikit berita baik, 15 juta bahan baku vaksin akan datang Insya Allah dari Sinovac. Ini akan bisa diproses oleh Bio Farma dalam jangka waktu satu bulan sehingga nanti di awal Februari kita sudah punya 12 juta vaksin jadi dari 15 juta bahan baku ini,” kata Menkes yang memberikan keterangan bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/1).

Berdasarkan informasi yang diterima dari Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, kerja sama multilateral antara pemerintah dengan GAVI (The Global Alliance for Vaccines and Immunisation) juga diharapkan dapat membuahkan hasil. Setidaknya, Indonesia bakal memperoleh antara 54 juta hingga 108 juta dosis vaksin secara gratis dari GAVI.

“Berita baiknya mungkin itu bisa datang lebih cepat entah di akhir Februari atau di awal Maret,” kata Menkes, seperti dikutip dari website resmi Pesiden RI, presidenri.go.id.

Pemerintah berencana memulai program vaksinasi secara gratis pada Rabu (13/1) yang akan dimulai oleh Presiden Joko Widodo. Namun, Menkes menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mendahului persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait izin penggunaan darurat terhadap vaksin yang nantinya akan digunakan.

“BPOM adalah badan independen yang secara saintifik berhak menentukan apakah vaksin ini layak atau tidak. Jadi sama sekali kita tidak akan melakukan vaksinasi sebelum approval dari BPOM itu keluar,” kata Menkes.

Lebih jauh, Menkes menyampaikan bahwa distribusi vaksin-vaksin ke daerah memerlukan jalur logistik dengan sistem rantai dingin (cold chain). Oleh karena kompleksitas kebutuhan distribusi tersebut, Budi mengajak seluruh pihak untuk bahu-membahu dalam proses penyaluran vaksin tersebut.

“Saya kemungkinan akan butuh bantuan baik dari pemerintah pusat, daerah, atau swasta untuk bisa bahu-membahu membantu kami kalau nanti ternyata ada kesulitan untuk bisa menyalurkan 426 juta vaksin sampai seluruh pelosok Indonesia melalui jalur logistik dingin,” tuturnya.

Pada kesematan sama Menes menyatakan, pandemi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan baik di Indonesia maupun di seluruh negara di dunia masih membutuhkan kedisiplinan masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan.

Tambah Tempat Tidur

Mengantisipasi lonjakan kasus aktif pascaliburan akhir tahun 2020, pemerintah berupaya menambah jumlah tempat tidur yang dibutuhkan untuk perawatan pasien Covid-19. Menurut Budi Gunadi Sadikin, saat ini pihaknya memerlukan kurang lebih 36 ribu tempat tidur perawatan sesuai dengan kondisi kasus aktif saat ini.

“Dalam waktu satu bulan kita harus menambah jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 dari 15 ribu ke 36 ribu,” ujar Menkes, selepas rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo.

“Banyak rumah sakit yang kami lihat BOR (bed occupancy rate)-nya masih rendah tapi sudah penuh dan pasien Covid-19 tidak masuk. Kenapa? Karena contohnya rumah sakit punya 100 tempat tidur, yang dialokasikan buat pasien Covid-19 cuma 10,” ungkapnya.

Sedang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah terus memantau kasus pandemi Covid-19 yang secara kumulatif telah menerpa 828.026 orang di Indonesia. Dari total kasus tersebut, diketahui tingkat kesembuhan secara nasional mencapai 82,3 persen, tingkat kematian 2,93 persen, positivity rate 15,73 persen, dan kasus aktif sebesar 14,84 persen.

Kenaikan angka kasus itu, katanya, terjadi setelah libur panjang di akhir Oktober hingga pascalibur natal dan tahun baru 2021.

“Kasus harian telah tembus angka 10 ribu. Tentu kita melihat angka kasus yang terkait dengan kenaikan ini, ini juga penting untuk diadakan kedisiplinan dari masyarakat dan pemerintah akan terus mendorong operasi yustisi dan ini tentunya operasi yustisi ini tidak akan berhasil kalau masyarakatnya tidak menjalankan protokol kesehatan,” kata Airlangga.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah melakukan sejumlah hal seperti meningkatkan pembatasan kegiatan masyarakat pada tanggal 11-25 Januari 2021. Selain itu, lanjut Airlangga, Presiden Joko Widodo juga menyetujui perpanjangan pelarangan masuknya warga negara asing (WNA) ke Indonesia hingga tanggal 28 Januari 2021.

“Jadi sekarang tanggal 1-14 (Januari), diperpanjang menjadi 2×7 hari, sehingga tentu 14 hari lagi diberlakukan,” imbuhnya.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru