Thursday, August 05, 2021
Home > Berita > Haji 2021: Arab Saudi izinkan 60.000 jamaah, belum setujui vaksin yang diproduksi di India dan China

Haji 2021: Arab Saudi izinkan 60.000 jamaah, belum setujui vaksin yang diproduksi di India dan China

Makkah di massa pandemi. (Foto: File SPA/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com – Arab Saudi siap melaksanakan ibadah haji 1442H/2021M. Namun, karena pandemi, beberapa tindakan ketat diberlakukan untuk menahan penyebaran infeksi selama ziarah tahunan bagi umat Islam tersebut.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan bahwa pelaksanaan haji akan berjalan tahun ini dengan semua langkah-langkah kesehatan dan keamanan yang diperlukan. Peraturan standar akan diberlakukan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan para peziarah.

Tahun ini Saudi telah memutuskan untuk mengizinkan 60.000 peziarah saja. Namun, mereka belum menyetujui vaksin bagi jamaah yang diproduksi di India dan China. Demikian dikutip dari news18.com.

Ibadah haji berada di bawah yurisdiksi Arab Saudi. Mereka telah menetapkan bawah 2 dosis vaksin covid yang disetujui pemerintah Arab Saudi wajib bagi siapa saja yang ingin menginjakkan kaki ke negara tersebut adalah; Pfizer, Astrazeneca, Moderna dan Johnson and Johnson. Itulah vaksin yang dianggap valid.

Pakistan telah meminta otoritas Saudi untuk menambahkan vaksin China Sinopharm dan Sinovac dalam daftar yang disetujui karena mayoritas orang Pakistan diberikan suntikan China. Namun sejauh ini belum ada jawaban.

Sementara itu, Malaysia telah memulai program vaksinasi bagi jemaah haji secara terpisah.
Di Malaysia, media Kuala Lumpur melaporkan bahwa mereka yang terpilih untuk haji tahun ini, akan diberikan vaksin Pfizer-BioTech dan AstraZeneca karena telah disetujui Arab Saudi.

Ini adalah aturan yang ditetapkan oleh Arab Saudi untuk haji 1442H/2021M:
1. Orang yang berusia di bawah 18 tahun dan di atas 60 tahun tidak akan memenuhi syarat

2. Jemaah haji harus telah menyelesaikan kedua dosis vaksin covid sebelum memulai haji dan jemaah haji asal asing harus telah mengambil vaksin yang disetujui Saudi.

3. Tes PCR negatif yang dilakukan 40 jam sebelum dikirim ke area haji di laboratorium yang disetujui Saudi adalah kondisi lain yang diumumkan oleh Riyadh.

4. Ibadah haji harus dilakukan dengan mengikuti protokol dan pedoman kesehatan yang ketat.

5. Jemaah haji tidak boleh memiliki riwayat sakit atau rawat inap sebelum 6 bulan sejak tanggal perjalanan.

Tahun lalu, Arab Saudi mengizinkan sangat sedikit jemaah haji.

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam dan wajib bagi umat Islam yang mampu setidaknya sekali dalam seumur hidup. Hanya sekitar 10.000 penduduk Arab Saudi yang diizinkan tahun lalu. Sebaliknya, 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji pada tahun 2019.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru