Thursday, May 06, 2021
Home > Berita > Gerakan Hejo, berjuang kembalikan keasrian Tatar Sunda

Gerakan Hejo, berjuang kembalikan keasrian Tatar Sunda

Ketua Gerakan Hejo Garut, Wa Ratno. (Yat.R)

MIMBAR-RAKYAT.com (Garut) – Gerakan Hejo sebagai organisasi kemasyaraatan peduli lingkungan, sejak berdiri pada 2015, terus eksis di bidang peduli lingkungan.

Organisasi sosial yang didirikan sesepuh Jawa Barat , Solihin GP (91) ini,  setiap saat tak henti berusaha mengembalikan alam dan lingkungan yang sudah rusak ini.

Setelah kepemimpinanya dipegang oleh Eka Santosa, Gerakan Hejo tetap berjalan sesuai kodratnya yang sudah diarahkan oleh Solihin GP, yakni mengembalikan tata nilai warga Jabar, menghutankan kembali sumber air di tatar Sunda.

Artinya, mengembalikan keasrian Tatar Sunda seperti di masa masa jayanya dulu, hutanya lebat, airnya subur dan masyarakatnyapun makmur.

Untuk itu, menurut Ketua Gerakan Hejo Garut, Wa Ratno, Gerakan Hejo mengadakan diskusi bersama yang bertema”Meningkatan Peran dan Kapasitas Pemerintahan Desa.“

Tujuanya untuk mendampingi desa di bidang lingkungan hidup, tata kelola keuangan melalui Penabulu Alliance.

Diskusi yang berlokasi di kantor BPMPD tersebut mendapat respon positif. Salah seorang peserta diskusi, Aji Sekarmaji, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, dihadapan para kepala desa, membuka kesemputan kepada Gerakan Hejo untuk ikut memberdayakan bank sampah.

“Seperti Sampah plastik dan semacamnya,  sudah menjadi persoalan krusial. Bersyukur bila Gerakan Hejo bersedia membantu mencari solusinya,” katanya.

Lebih jauh Wa Ratno menegaskan, inti dari forrum tersebut, merupakan  pemaparan dari Penabulu Alliance, yakni membedah salah satunya aplikasi SIAP Desa, di antaranya pengelolaan dan penyusunan pelaporan Pendapatan Asli Desa (PAD), Dana Perimbangan, Alokasi Dana Desa (ADD), juga mencakup sumber penerimaan baru bagi desa, Dana Desa bersumber APBN sesuai UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa.

Sementara aplikasi yang ditawaran, sepenuhnya diserahkan kepada kepentingan kepala desa. Pihak Gerakan Hejo hanyalah sebatas relawan, dan tak pernah memaksanan penggunaan aplikasi tersebut.Yang  jelas hal ini sudah diterapkan secara luas di berbagai provinsi di Indonesia, jelas Wa Ratno.

Ditegaskan ketua Gerakan Hejo Kabupaten Garut, kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari beberapa aktivitas menghijaukan Jabar .

Sementara Kehadiran Penabulu Alliance, semata mata untuk pendampingan para kepala desa, sepintas tak berkaitan dengan penghijauan. Namun demikian, melalui desa yang kuat dalam artian bagus tata kelola keuangannya, otomatis program penghijauan pun akan sinergi di dalamnya.  (Yat R/Kb)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru