Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Gempa maut melanda Turki dan Yunani, kedua negara siap saling bantu

Gempa maut melanda Turki dan Yunani, kedua negara siap saling bantu

Korban gempa di Turki. (Foto France 24)

Mimbar-Rakyat.com – Sedikitnya 23 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka setelah gempa bumi dahsyat melanda pantai barat Turki dan sebagian Yunani pada hari Jumat (30/10) dan kedua negara berjanji untuk saling bantu satu sama lain dalam upaya pemulihan mereka.

Penduduk dan pejabat setempat mencari korban di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi yang kuat melanda Laut Aegea pada hari Jumat dan dirasakan di Yunani dan Turki, di mana beberapa bangunan runtuh di provinsi pesisir Izmir, Turki, 30 Oktober 2020.

Warga dan pejabat mencari korban selamat di sebuah bangunan yang runtuh setelah gempa bumi yang kuat melanda Laut Aegea pada hari Jumat dan dirasakan di Yunani dan Turki, di mana beberapa bangunan runtuh di provinsi pesisir Izmir, Turki, 30 Oktober 2020.

Badan bencana pemerintah Turki mengatakan 17 orang tewas, satu karena tenggelam, sementara jumlah orang yang terluka meningkat menjadi 709 orang. Di antara korban tewas adalah istri dan dua anak dari sekretaris jenderal cabang Izmir Asosiasi Medis Turki, kata kelompok itu.

Guncangan dirasakan hingga ke Istanbul dan di pulau-pulau Yunani, di mana para pejabat mengatakan dua remaja ditemukan tewas setelah tembok runtuh di daerah Vathy, sebuah kota di pulau Samos. Gelombang pasang tinggi terlihat di kedua negara dan menyebabkan banjir di beberapa bagian pantai Izmir.

Sementra televisi publik Yunani mengatakan gempa itu juga menyebabkan tsunami kecil di timur laut Aegean pulau Samos, merusak sejumlah bangunan.

Survei Geologi AS mengatakan gempa berkekuatan 7,0 itu tercatat 14 km (8,6 mil) dari kota Karlovasi di Samos, Yunani. Badan bencana Turki melaporkan gempa berkekuatan 6,6 skala Richter, sementara badan seismologi Yunani mengatakan gempa berkekuatan 6,7 skala Richter.

Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut di 17 bangunan yang runtuh atau rusak di Izmir, kota terbesar ketiga di Turki, kata badan itu. Pihak berwenang mendirikan tenda dengan kapasitas total 2.000 orang di dekat daerah dengan kerusakan tertinggi, kata Menteri Urbanisasi Murat Kurum.

Gambar-gambar dari Izmir menunjukkan bangunan-bangunan yang runtuh dan orang-orang yang kebingungan mencoba melewati puing-puing yang menumpuk tinggi di jalanan.

Kami berdoa agar tidak ada korban jiwa lagi di Turki atau Yunani dan kami mengirimkan harapan terbaik kami kepada semua yang terkena dampak di kedua sisi gempa. Tragedi ini mengingatkan kita sekali lagi seberapa dekat kita meskipun ada perbedaan dalam kebijakan. Kami siap membantu jika Yunani membutuhkannya. – Fahrettin Altun (@fahrettinaltun) 30 Oktober 2020

Gambar lain di media sosial menunjukkan air mengalir melalui jalan-jalan Izmir dari gelombang laut yang tampak jelas. Asap putih tebal mengepul dari berbagai bagian kota di mana bangunan-bangunan runtuh.

Rekaman udara di televisi NTV Turki menunjukkan seluruh blok kota berubah menjadi puing-puing.Televisi TRT menunjukkan penyelamat dibantu oleh penduduk dan polisi menggunakan gergaji mesin saat mereka mencoba menerobos reruntuhan bangunan tujuh lantai yang runtuh.

Tim penyelamat menyerukan keheningan untuk tanda-tanda yang selamat, membersihkan batu besar dan puing-puing lainnya dalam rantai manusia. CNN Turki menunjukkan seorang wanita ditarik hidup-hidup.

Turki dan Yunani mengindikasikan bahwa mereka akan bekerja sama jika diperlukan, meskipun terjadi ketegangan baru-baru ini antara kedua tetangga mengenai hak di wilayah Mediterania timur yang dianggap kaya akan sumber daya alam.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menyinggung ketegangan yang menulis di Twitter: “Apapun perbedaan kita, inilah saat-saat ketika rakyat kita perlu berdiri bersama.”

Dia menelepon Presiden Turki Tayyip Erdogan pada hari Jumat, menyampaikan belasungkawa, setelah kematian warga sipil di kota Izmir, Turki. Erdogan menanggapi tweet itu dengan ucapan terima kasih dan menyampaikan belasungkawa.

“Turki juga selalu siap membantu Yunani menyembuhkan lukanya. Bahwa dua tetangga menunjukkan solidaritas di masa-masa sulit lebih berharga daripada banyak hal dalam hidup, “tulisnya.

Ungkapan solidaritas datang dari pemerintah Prancis yang menawarkan untuk memberikan bantuan kepada Turki dan sekutu dekat Paris, Yunani.

Di Samos, dekat pusat gempa, orang-orang bergegas turun ke jalan karena panik. “Dinding dari beberapa rumah telah runtuh dan beberapa bangunan rusak,” kata wakil walikota pulau itu Michalis Mitsios seperti dikutip oleh penyiar publik ERT.***Sumber France24, Google.(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru