Wednesday, December 02, 2020
Home > Berita > Bila Prabowo Presiden, Jatah Kursi Menteri untuk Pengusung Utama PAN dan PKS Cukup Banyak

Bila Prabowo Presiden, Jatah Kursi Menteri untuk Pengusung Utama PAN dan PKS Cukup Banyak

Prabowo Subianto saat kampanye. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Capres Prabowo Subianto sudah mulai menyebut sejumlah nama calon menteri dalam kabinetnya bila terpilih jadi presiden. Para calon menteri itu berasal dari partai-partai pendukungnya, PAN, PKS dan Demokrat.

Jatah untuk PAN dan PKS misalnya, cukup banyak. Bukan satu atau dua menteri yang akan diberikan pada PKS dan PAN. Selain Partai Gerindra, dua partai ini memang sejak awal menjadi pengusung utama Capres Prabowo Subianto.

Berikut ulasan jatah calon menteri untuk PAN dan PKS jika Prabowo terpilih menjadi presiden:

1. Menteri Untuk PAN

Saat kampanye terbuka di Bandung, Jawa Barat, Capres Prabowo Subianto secara terang-terangan menyebut nama-nama menteri yang bakal mengisi kabinetnya jika terpilih jadi presiden. Para menteri berasal dari partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi. Salah satunya PAN. Dari PAN, Prabowo menyebut Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen PAN Eddy Soeparno sebagai menteri di kabinetnya.

Baginya, kedua nama itu layak lantaran mempunyai pengalaman dan keahlian di bidangnya. “Zulkifli Hasan sudah berpuluh tahun mengabdi (di pemerintahan), Eddy Soeparno (Sekjen PAN) ahli keuangan,” kata Prabowo.

Prabowo memang menyiapkan 7 kursi untuk PAN bila dia terpilih. “Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri untuk PAN,” kata Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo.

Di sisi lain, Zulkifli mengaku tidak ingin menjadi menteri. Dia hanya ingin jadi rakyat biasa. Sebab jabatan sebagai menteri dan Ketua MPR sudah pernah diembannya. Sehingga dia memilih sebagai rakyat biasa. “Saya kan pernah jadi menteri dan Ketua MPR sudah. Saya jadi rakyat saja ya,” katanya.

2. Menteri Untuk PKS

Selain PAN, Capres Prabowo Subianto juga menyebut Presiden PKS Sohibul Iman sebagai calon menteri di kabinetnya mendatang. Menurut Prabowo, Sohibul Iman pantas jadi menteri lantaran mempunyai wawasan luas. Sohibul Iman juga mengenyam pendidikan sampai S3.

Selain Sohibul Iman, calon menteri dari PKS juga sudah dipilih. Sebab capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan enam kursi buat PKS. “Enam (menteri) untuk PKS,” kata Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo.

3. Menteri Untuk PAN dan PKS Era SBY

Pada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) selama dua periode, jatah menteri untuk PAN dan PKS tidak banyak. Pada periode pertama SBY-JK, PAN hanya diberi jatah dua kursi yaitu Mensesneg Hatta Rajasa dan Mendiknas Bambang Sudibyo.

Sementara pada periode dua SBY-Boediono PAN nambah satu kursi, menjadi tiga menteri yang diisi oleh Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Patrialis Akbar sebagai Menteri Hukum dan HAM dan Zulkifli Hasan jadi Menteri Kehutanan.

Sementara PKS pada periode pertama SBY-JK mendapat porsi tiga menteri yakni Mennegpora Adhyaksa Dault, Menpera M Yusuf Ashari, dan Mentan Anton Apriyantono. Sedangkan untuk periode dua SBY-Boediono bertambah satu kursi menjadi empat menteri Suswono untuk Menteri Pertanian, Salim Segaf Menteri Sosial, Tifatul Sembiring Menkominfo, dan Menristek Suharna Surapranata.

Sementara itu untuk pemerintahan Prabowo-Sandi nanti, PKS dan PAN dijanjikan dua kali lipat. Benarkah?

4. Era Jokowi

Berbeda dengan pemerintahan SBY selama dua periode, PAN dan PKS tidak mendapat jatah menteri di era Jokowi-JK. Namun di tengah jalan, PAN bergabung ke pemerintahan Jokowi.

Akhirnya, PAN mendapat satu kursi menteri dari Jokowi. Nama Asman Abnur diangkat sebagai menteri PAN RB. Namun Asman tak lama menjadi menteri dan memilih mengundurkan diri setelah PAN dalam Pemilu 2019 mendukung Prabowo-Sandi. (M/d)

Prabowo Subianto saat kampanye. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Capres Prabowo Subianto sudah mulai menyebut sejumlah nama calon menteri dalam kabinetnya bila terpilih jadi presiden. Para calon menteri itu berasal dari partai-partai pendukungnya, PAN, PKS dan Demokrat.

Jatah untuk PAN dan PKS misalnya, cukup banyak. Bukan satu atau dua menteri yang akan diberikan pada PKS dan PAN. Selain Partai Gerindra, dua partai ini memang sejak awal menjadi pengusung utama Capres Prabowo Subianto.

Berikut ulasan jatah calon menteri untuk PAN dan PKS jika Prabowo terpilih menjadi presiden:

1. Menteri Untuk PAN

Saat kampanye terbuka di Bandung, Jawa Barat, Capres Prabowo Subianto secara terang-terangan menyebut nama-nama menteri yang bakal mengisi kabinetnya jika terpilih jadi presiden. Para menteri berasal dari partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi. Salah satunya PAN. Dari PAN, Prabowo menyebut Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Sekjen PAN Eddy Soeparno sebagai menteri di kabinetnya.

Baginya, kedua nama itu layak lantaran mempunyai pengalaman dan keahlian di bidangnya. “Zulkifli Hasan sudah berpuluh tahun mengabdi (di pemerintahan), Eddy Soeparno (Sekjen PAN) ahli keuangan,” kata Prabowo.

Prabowo memang menyiapkan 7 kursi untuk PAN bila dia terpilih. “Kita kan sudah sepakat dengan PAN ada tujuh menteri untuk PAN,” kata Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo.

Di sisi lain, Zulkifli mengaku tidak ingin menjadi menteri. Dia hanya ingin jadi rakyat biasa. Sebab jabatan sebagai menteri dan Ketua MPR sudah pernah diembannya. Sehingga dia memilih sebagai rakyat biasa. “Saya kan pernah jadi menteri dan Ketua MPR sudah. Saya jadi rakyat saja ya,” katanya.

2. Menteri Untuk PKS

Selain PAN, Capres Prabowo Subianto juga menyebut Presiden PKS Sohibul Iman sebagai calon menteri di kabinetnya mendatang. Menurut Prabowo, Sohibul Iman pantas jadi menteri lantaran mempunyai wawasan luas. Sohibul Iman juga mengenyam pendidikan sampai S3.

Selain Sohibul Iman, calon menteri dari PKS juga sudah dipilih. Sebab capres nomor urut 02 itu telah menyiapkan enam kursi buat PKS. “Enam (menteri) untuk PKS,” kata Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo.

3. Menteri Untuk PAN dan PKS Era SBY

Pada Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) selama dua periode, jatah menteri untuk PAN dan PKS tidak banyak. Pada periode pertama SBY-JK, PAN hanya diberi jatah dua kursi yaitu Mensesneg Hatta Rajasa dan Mendiknas Bambang Sudibyo.

Sementara pada periode dua SBY-Boediono PAN nambah satu kursi, menjadi tiga menteri yang diisi oleh Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Patrialis Akbar sebagai Menteri Hukum dan HAM dan Zulkifli Hasan jadi Menteri Kehutanan.

Sementara PKS pada periode pertama SBY-JK mendapat porsi tiga menteri yakni Mennegpora Adhyaksa Dault, Menpera M Yusuf Ashari, dan Mentan Anton Apriyantono. Sedangkan untuk periode dua SBY-Boediono bertambah satu kursi menjadi empat menteri Suswono untuk Menteri Pertanian, Salim Segaf Menteri Sosial, Tifatul Sembiring Menkominfo, dan Menristek Suharna Surapranata.

Sementara itu untuk pemerintahan Prabowo-Sandi nanti, PKS dan PAN dijanjikan dua kali lipat. Benarkah?

4. Era Jokowi

Berbeda dengan pemerintahan SBY selama dua periode, PAN dan PKS tidak mendapat jatah menteri di era Jokowi-JK. Namun di tengah jalan, PAN bergabung ke pemerintahan Jokowi.

Akhirnya, PAN mendapat satu kursi menteri dari Jokowi. Nama Asman Abnur diangkat sebagai menteri PAN RB. Namun Asman tak lama menjadi menteri dan memilih mengundurkan diri setelah PAN dalam Pemilu 2019 mendukung Prabowo-Sandi. (M/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru