Wednesday, April 14, 2021
Home > Berita > 2021 Angka Stunting Tinggi, Kuningan Jadi Sasaran Gemarikan

2021 Angka Stunting Tinggi, Kuningan Jadi Sasaran Gemarikan

 

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar acara Safari Gerakan Memasyaratkan Makan Ikan (Gemarikan). Program itu sebagai upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan nasional yang dinilai bermanfaat antara lain guna mengurangi stunting.

KKP membagikan sebanyak 500 paket berisi ikan dan olahan ikan yang terdiri dari bandeng presto, pindang tongkol, sumpia udang, pastel udang, abon ikan, bakso ikan dan basreng ikan kepada masyarakat setempat. “Ada 500 paket, yang per paketnya ada lima macam produk ikan dan olahannya. Yakni Ikan segar 1 kg, ikan sarden 450 gr, otak-otak 250 gr, kaki naga 250 gr dan baso ikan 250 gr,”tambah Denny Rianto,Kabid Perikanan Dinas Perikanan dan Peternakan Kuningan, Selasa (9/3/2021).

Sementara itu, Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, Innes Rahmania menjelaskan kampanye Gerakan Memasyarakat Makan Ikan (Gemarikan) sasarannya yakni daerah-daerah yang angka konsumsinya masih rendah. ” Di antaranya penduduk yang tinggal di wilayah perbukitan yang notabene jauh dari laut,”terang Innes.

Ia pun telah menyambangi 200 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang pernah untuk mengkampanyekan gemar makan ikan. Termasuk di Kabupaten Kuningan, angka kasus stunting masih tinggi.

“Apalagi kita tadi dengar bahwa angka kasus stunting di Kabupaten Kuningan ini lumayan tinggi. Ini hanya pemantik saja, nanti kita harapkan pemerintah daerah bisa meneruskannya,”imbuhnya.

Selain itu, untuk memasyarakatkan gemar makan ikan pihaknya akan bekerjasama dengan pondok pesantren, menurutnya peran Pontren dalam mengajak warga dirasakan sangat potensial.

Inner mengungkapkan ikan menjadi salah satu sumber asupan pangan kaya protein dan Omega 3. Untuk itu, konsumsi ikan sangat relevan untuk mendukung program prioritas penanganan stunting, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan atau di masa golden age, karena masa itu adalah masa penting pertumbuhan otak anak.

“Kalau kita lihat kan bayi ada yang diberi susu formula yang mengandung omega-3. Sebenarnya omega-3 ini berasal dari ikan. Jadi kenapa harus susu formula yang diberikan, kasih saja ASI dengan makan sari ikan,”tambahnya.

Sekda Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, membenarkan tingkat konsumsi ikan di Kabupaten Kuningan rendah, dibanding provinsi dan nasional, hal itu merupakan salahsatu faktor meningkatnya kasus stunting di Kuningan.

“Itu realitanya, saat ini kita sedang upayakan untuk urai dengan menggerakkan SKPD-SKPD terkait untuk mencegahnya. Karena mencegah stunting ini tidak semudah membalikkan telapak tangan,”terang Dian.

Lebih lanjut Dian menerangkan untuk meningkatkan produksi ikan, pihaknya akan mendatangkan dari luar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru