Tuesday, April 13, 2021
Home > Berita > Wapres: Pesantren Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Covid-19, Lakukan Rapid Test

Wapres: Pesantren Jangan Sampai Jadi Klaster Baru Covid-19, Lakukan Rapid Test

Wapres KH Ma'ruf Amin.

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakara) – Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin meminta pengasuh pondok pesantren melakukan rapid test kepada seluruh santrinya jika ingin melakukan kegiatan belajar mengajar. Ma’ruf Amin mengingatkan agar pondok pesantren jangan sampai menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Oleh karena itu pertama yang masuk itu harus steril, harus sudah dirapid, dites dulu,” kata Ma’ruf dalam keterangannya di YouTube resmi Wakil Presiden, Minggu (19/7/2020).

Menurut Ma’ruf, pesantren bisa menjadi lokasi paling aman lantaran kegiatan dan aktivitas santri hanya dilakukan di satu lokasi.

“Tapi kalau sudah disiapkan dengan baik, pesantren itu paling aman. Dia dikarantina, kemudian dikawal jangan sampai dia keluar, jangan sampai ada yang masuk. Maka dia lebih aman dari sekolah biasa yang keluar bergaul ke sana itu lebih tidak aman,” ujarnya.

Ma’ruf menyoroti rencana kegiatan belajar mengajar di pesantren karena bila tak disiapkan secara matang akan berbahaya menjadi klaster penularan baru Covid-19 di Tanah Air.

“Karena pesantren ini kan ini kalau tidak disiapkan bahaya. Datang ke sana kemudian ada yang terpapar, itu bisa menjadi klaster baru dipesantren itu. Pesantren kan banyak yang tempatnya dempet-dempet, satu kamar mestinya 5 orang dipakai 15 orang,” sambungnya.

“Sayakan alumni pesantren, tahu. Memang pesantren kan itu begitu apa adanya. Tapi dalam situasi sekarang ini kalau kita tidak persiapkan dengan baik ini bisa jadi klaster baru. Ini saya lagi takutkan ini,” tambah Ma’ruf.

Pemerintah, sambung dia, telah mengalokasi anggaran Rp2,7 triliun untuk 21 ribu pesantren untuk menyiapkan proses belajar mengajarnya selama pandemi Covid-19.

“Dananya sudah dikantongnya pak menteri agama dan harus selesai satu bulan dua bulan ini. Menurut data Pak Menteri itu 21 ribu lembaga pesantren itu bantuan oprasionalnya Rp2.38 miliar, untuk internetnya Rp317 miliar itu bantuan internetnya,” tukasnya. (O/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru