Friday, January 22, 2021
Home > Berita > Siap Divaksinasi

Siap Divaksinasi

Vaksin Sinovas China. (Foto File AFP/Liputan6)

Pada tanggal 2 Maret 2020 untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan dua kasus pasien positif Covid-19 di Indonesia. Sudah sepuluh bulan berlalu, secara resmi pemerintah mengakaui virus berbahaya itu telah masuk ke Indonesia. Di negara-negara lain, pandemi bahkan dinyatakan sudah ada sejak Januari 2020, mewabah dari Wuhan, China, di kota tempat munculnyan corona pertamakalinya, Desember 2019.

Ada yang berkeyakinan virus berbahaya itu sudah ada di Indonesia sejak Januari 2020. Antara lain dilontarkan pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, dalam diskusi daring dengan tema; “Mobilitas Penduduk dan Covid-19: Implikasi Sosial, Ekonomi dan Politik”, awal Mei 2020. Dia mengatakan, virus corona jenis SARS-CoV-2 sebagai penyebab Covid-19 sudah masuk Indonesia sejak awal Januari.

Sejauh mana kebenarannya, apakah virus corona masuk ke Indonesia sejak Maret atau bahkan Januari? Yang pasti pemerintah sejak mengumumkan wabah itu sudah masuk ke Indonesia fokus berupaya menanganinya, menerapkan protokol kesehatan 3M–mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker. Pemerintah juga melakukan isolasi terhadap yang terdampak.

Kini, seperti juga banyak negara di dunia, Indonesia telah membeli vaksin Covid-19. Disebutkan pemerintah, vaksin Covid-19 telah tiba di Indonesia, pada Minggu, 6 Desember 2020. Vaksin itu dalam bentuk jadi atau siap pakai buatan Sinovac, perusahaan biomedis China.

Presiden Joko Widodo bahkan telah menegaskan pula, pada 16 Desember 2020, bahwa pemerintah berkomitmen menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia. Untuk meyakinan keamanan vaksin, Presiden juga menegaskan dia akan menjadi orang pertama sebagai penerima vaksin tersebut.

Namun tetap saja ada keraguan di sejumah kalangan, karena menurut pemberitaan di media massa, WHO yang membandingkan 10 vaksin Covid-19, menyebutkan Sinovac paling lemah. Dari 20 negara yang sudah memesan vaksin covid-19, dikatakan hanya Indonesia yang membeli Sinovac. 20 negara yang telah memesan vaksin adalah; Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Italia, Denmark, Belanda, Prancis, Kanada, China, Brasil, Meksiko, Argentina, India, Spanyol, Australia, Indonesia, Uzbekistan, Mesir, Nepal, dan Israel.

Indonesia melalui Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Badan POM, Dr. dra. Lucia Rizka Andalusia, M.Pharm, Apt, telah membantah pemberitaan yang dikataan bersumber dari WHO tersebut. Dia menyatakan, sudah dikonfirmasikan kepada pihak WHO di Indonesia. Belum ada pengumuman tingkat efikasi vaksin Sinovac, baik dari pihak produsen maupun badan pengawas obat di negara tempat dilakukannya uji klinik.

Informasi bahwa hanya Indonesia yang memesan vaksin Sinovac, diatakan, juga tidak tepat. Selain Indonesia, sejumlah negara telah melakukan pemesanan vaksin dari Sinovac itu, yakni: Brazil, Turki, Chile, Singapura, dan Filipina. Bahkan, Mesir juga sedang bernegosiasi untuk bisa memproduksi vaksin Sinovac di Mesir. Pemerintah Indonesia, katanya, telah menegaskan komitmen untuk memastikan bahwa vaksinasi hanya dilakukan dengan vaksin yang aman, efektif, dan bermutu.

Nah, seharusnya tidak ada lagi keraguan. Apalagi Badan POM, bersama Komite Nasional Penilai Obat dan para ahli, akan lebih dulu memastikan dan mengawal aspek keamanan, khasiat serta mutu dari vaksin Covid-19, sebelum menggunakan Sinovac untuk program vaksinasi sesuai standar yang ditetapkan oleh WHO. Bahkan orang nomor satu di Indonesia, Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama penerima vaksin.

Mari kita terima program ini dengan lapang dada, penuh keyakinan bahwa apa yang dilakukan pemerintah adalah demi kebaikan semua anak bangsa. Kita berharap bangsa dan negara ini segera keluar dari pandemi, sehingga kita bisa kembali melakukan aktivitas dengan aman, tanpa rasa takut. Mari kita dukung program vaksinasi sambil terus disiplin melaksanakan 3M,

Benar, keberhasilan penanganan Covid-19 di negeri ini akan menjadi keberhasilan bangsa sebagai bagian dari masyarakat dunia. Mari kita dukung, karena salah satu upaya percepatan untuk bisa keluar dari pandemi Covid-19 adalah dengan vaksinasi, yang tentunya perlu dijalankan bersama dengan disiplin 3M; memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan siap divaksinasi.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru