Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Prediksi Prancis VS Portugal di Piala Eropa 2016

Prediksi Prancis VS Portugal di Piala Eropa 2016

Pelatih timnas Prancis Didier Deschamps.

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Prancis sedang menyusun kekuatan dan memusatkan perhatian dalam usaha meraih piala hasil kreasi Henry Delaunay, saat berhadapan dengan Portugal pada perebutan Piala Eropa, Minggu malam waktu setempat.

Prancis ingin membuktikan asumsi bahwa kemenangan hanya bisa diwujudkan dengan keberanian menantang arus, bukan justru menganut kepengecutan atau mencari aman bagi diri sendiri.

Mencari aman bagi diri sendiri bukan kamus bagi skuad Les Bleus. Buktinya, Prancis siap meladeni Portugal dalam final Piala Eropa 2016 yang digelar di Stade de France, Paris, pada Minggu waktu setempat, atau Senin dini hari, pukul 02.00 WIB. Pertandingan itu akan ditayangkan secara langsung oleh RCTI.

Ingin meraih kemenangan tanpa mencari aman bagi diri sendiri memerlukan langkah besar dalam sepak bola, yakni tampil menyerang ke kubu lawan. Bermain bertahan menunjukkan kepengecutan dan keinginan menangguk keuntungan sebanyak-banyak bagi diri sendiri.

Portugal dan Prancis akan seolah terkena aib, bila tampil bertanding melulu termotivasi untuk meraih target kemenangan tanpa mendemonstrasikan skema bermain yang apik, menjunjung tinggi fair play, dan tampil menghibur dengan saling baku tukar serangan.

Diakui, bahwa Piala Eropa kerapkali menyajikan kejutan, memberi tuah bahwa “tidak selamanya yang kuat dan hebat itu meraih kemenangan”. Dan Portugal memperoleh label sebagai skuad underdog di hadapan tim tuan rumah.

Skuad asuhan pelatih Didier Deschamps mendapat dukungan sepenuhnya seluruh warga masyarakat, sementara Portugal pernah meratap ketika menelan kekalahan dari Yunani di Piala Eropa 2014. Jelas, bahwa Cristiano Rolando ingin terbebas dari kutuk tim underdog. Persis, bahwa Prancis bakal tampil menyerang habis-habisan dengan dukungan seluruh warga negeri.

Menariknya, pelatih Portugal Fernando Santos tampil sebagai sosok pemberani, bahkan memberi bukti bahwa tim asuhannya siap melenggang ke final dan keluar sebagai kampiun Eropa, seperti dilansir antaranews, Minggu.

Prancis benar-benar sedang berada di atas angin, terlebih dengan penampilan mengkilap Antoine Griezmann – yang digadang-gadang bakal meraih penghargaan the Golden Boot setelah laga digelar – karena ia telah mengoleksi enam gol, dua di antaranya dicetak ke gawang Jerman.

Komentar pelatih:

* Fernando Santos (Portugal):
“Sebelumnya, saya sudah mengatakan bahwa target kami mencapai final dan menjadi juara. Kami punya kepercayaan diri penuh karena bertekad memberi kebanggaan dan kebahagiaan bagi seluruh warga Portugal.”

“Saya kira tidak ada yang perlu didiskusikan mengenai tim Prancis. Setiap orang tahu bahwa mereka tim yang tampil hebat. Sedari awal saya mengatakan bahwa ada tim tim favorit untuk keluar sebagai juara, yakni Prancis, Spanyol, dan Jerman. Dan Portugal tampil sebagai tim penantang dari tim favorit itu.”

“Jika kami memberi perhatian kepada kemampuan perorangan maka kami harus khawatir dengan kemampuan setiap pemain lawan. Untuk itu, saya harus mendaftar satu persatu pemain tim Prancis. Mereka mempunyai sederet pemain terkenal yang bermain di sejumlah klub besar di dunia.”

“Tentu saja, setiap pemain berpeluang memberi perbedaan kepada penampilan tim secara keseluruhan. Portugal tim yang kuat dengan kemampuan perorangan yang termotivasi menjadi juara.”

* Didier Deschamps (Prancis):
“Kami berpeluang menjadi juara Eropa. Apakah anda berusia 18 atau 20 tahun, atau lebih tua dari itu, tersedia kesempatan meraih gelar juara, untuk itu kami siap tampil habis-habisan. Para pemain mengetahui bahwa tampil di final Piala Eropa di Paris merupakan hal yang luar biasa.”

“Kami tidak punya cukup waktu untuk meracik taktik sejak semi-final. Kami hanya melakukan pemulihan kondisi menghadapi pertandingan. Saya percaya bahwa para pemain siap menghadapi pertandingan besar ini.”

“(Meraih kemenangan sebagai pemain di tahun 2000) merupakan kenangan indah masa lalu. Itu kisah mereka. Saya ambil bagian dari cerita sukses itu. Kini saya berprofesi sebagai pelatih. Saya ingin menggunakan dengan sebaik-baiknya.”

“Faktanya, sebagai pemain, saya mampu meraih kemenangan di berbagai kompetisi. Saya tidak ingin terbuai dengan kisah sukses masa lalu. Yang sekarang, adalah hal yang harus diperjuangkan kini dan bagi masa depan.”

“Portugal punya banyak pemain berkualitas. Seperti kami, mereka tampil terseok-seok di awal turnamen. Seperti kami, mereka kini siap bertanding di laga final. Mereka tim berpengalaman menghadapi setiap lawan. Lini pertahanan mereka solid. Mereka mengandalkan kecepatan dengan mengerahkan dua pemain yang cepat di depan.”

Prediksi susunan pemain:

* Portugal (4-1-3-2):
Rui Patrício (penjaga gawang); Cédric, Pepe, Fonte, Guerreiro; William Carvalho, Adrien, João Mário, Renato Sanches; Nani, Ronaldo.
Diragukan tampil: Pepe (cedera paha)
Catatan: Pepe absen di laga semi-final karena mengalami cedera paha ketika menjalani latihan pada Sabtu. William Carvalho diharapkan menggantikan posisi Danillo di lini gelandang sentral.

* Prancis (4-2-3-1):
Lloris (penjaga gawang); Sagna, Koscielny, Umtiti, Evra; Pogba, Matuidi; Sissoko, Griezmann, Payet; Giroud.
Catatan: Les Bleus tidak mengubah skema pemain, meski sejumlah media Prancis menyebut bahwa N’Golo Kanté akan didorong berperan sebagai gelandang, sementara Payet diharapkan menunjukkan performa menawan dalam laga final melawan Portugal.

Head-to-head:
* Prancis meraih 10 menang dalam 10 laga melawan Portugal. Catatan rekornya seluruhnya, 18 menang, sekali imbang, lima kalah.
* Portugal terhindar kekalahan dari Prancis pada 1975, ketika mereka menang 2-0 dalam laga persahabatan di Paris.
* Sepuluh kemenangan Prancis itu, termasuk tiga di turnamen berskala besar, seluruhnya di babak semi-final. Michel Platini mencetak gol kemenangan dan membawa Prancis menang 3-1 dalam extra-time di ajang Piala Eropa 1984.
* Zinedine Zidane mencetak golden goal (lewat tendangan penalti) yang memberi kemenangan Prancis 2-1 di ajang Piala Eropa 2000.
* Pertemuan keduanya dalam laga persahabatan dalam dua tahun terakhir ini. Les Bleus menang 2-1 di Stade de France pada Oktober 2014 dengan gol yang dilesakkan oleh Karim Benzema dan Paul Pogba, sementara gol Portugal dicetak oleh Ricardo Quaresma lewat titik penalti.
* Tendangan bebas Mathieu Valbuena memberi kemenangan Prancis 1-0 atas Portugal dalam laga di Lisbon pada September 2015.

Kronologi laga Prancis dan Portugal:

Prancis:
* Babak penyisihan grup A:
Prancis 2 Romania 1
Prancis 2 Albania 0
Prancis 0 Swiss 0

* Babak 16 besar:Prancis 2 Irlandia 1
* Kuarter-final: Prancis 5 Islandia 2
* Semi-final: Prancis 2 Jerman 0

Portugal:
* Babak penyisihan grup B:
Portugal 1 Islandia 1
Portugal 0 Austria 0
Portugal 3 Hungaria 3

* Babak 16 besar: Portugal 1 Krosia 0 (a.e.t)
* Kuarter-final: Portugal 1 Poland 1 (5-3 on pens)
* Semi-final: Portugal 2 Wales 0

Data dan fakta:
* Portugal tidak terkalahkan dalam 13 laga terakhir mereka di ajang kejuaraan Eropa. Rata-rata kemenangan dan hasil imbang Portugal mencapai 1,8.
* Prancis menang dalam empat laga terakhir melawan Portugal di seluruh kompetisi. Rata-rata kemenangan Prancis mencapai 2,05.
* Prancis meraih lima kemenangan dari enam laga terakhir di kejuaraan Eropa. Rata-rata kemenangan Prancis mencapai 2,05.
* Portugal rata-rata mencetak 2,5 gol dalam lima laga dari enam laga terakhir di kejuaraan Eropa.
* Portugal rata-rata hanya mencetak 2,5 gol dari tiga laga kandang melawan Prancis di seluruh kompetisi.
* Portugal mencetak sekurang-kurangnya dua gol dari lima dalam enam laga terakhir di kejuaraan Eropa.

Prediksi laga:
* Fakta, bahwa Portugal kalah dalam 10 laga terakhir melawan Prancis. Capaian ini membuat Portugal tampil sebagai skuad underdog melawan Prancis sebagai tim tuan rumah.
* Portugal memerlukan “sentuhan Midas” dari Cristiano Ronaldo untuk meraih gelar juara Piala Eropa 2016.
* Prancis melaju ke final dengan mengalahkan juara dunia Jerman 2-0. Penampilan mereka boleh dibilang makin menyeramkan dengan mengandalkan pemain depan Antoine Griezmann.
* Pasukan Prancis asuhan pelatih Didier Deschamps mengancam skema permainan Portugal yang mengandalkan penguasaan bola di lini tengah.  (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru