Wednesday, December 02, 2020
Home > Berita > Sean Gelael Miliki Gairah dan Spirit

Sean Gelael Miliki Gairah dan Spirit

Direktur Teknis tim Jagonya Ayam Campos Racing, Philippe Gautheron. (arl)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Hal paling diperlukan bagi seseorang yang ingin menggapai cita-cita adalah gairah (passion) dan semangat (spirit) dan Sean Gelael memiliki kedua sifat kejiwaan itu. 

“Kedua hal itu amat penting dan Sean Gelael memiliki kedua hal itu. Bila kedua  hal  itu berlangsung  konsisten pada Sean – dan saya yakin itu tetap ada – , maka kita tunggu saja dalam beberapa waktu ini. Kita lihat saja dalam enam bulan ke depan,” kata Direktur Teknis tim Jagonya Ayam Campos Racing,  Philippe Gautheron.

“Kenapa harus enam bulan?

“Karena enam bulan merupakan perjalanan mendekati akhir musim. Seorang pebalap butuh waktu untuk beradaptasi dengan baik di atas kendaraannya. Dan ini merupakan awal laga GP2 musim pertama  bagi Sean,” jelas Philippe ketika ditemui MR.com di Sirkuit Karting Sentul beberapa waktu lalu.

Sean akan mengawali laga GP2 di Barcelona pada 13-15 Mei 2016 dan berakhir pada putaran  ke-11 di Yas Marina, UEA, 25-27 November 2016.

Philippe yang berada di Indonesia minggu lalu untuk mendukung penampilan tim Jagonya Ayam yang sedang rehat dan menghabiskan waktu memberikan coaching clinic sembari berlomba dengan awak media, menyatakan, konsistensi Sean di GP2 baru akan terlihat dalam beberapa bulan ini.

“Ia mengikuti laga GP2 secara penuh baru musim ini. Tahun lalu ia hanya ikut beberapa kali sebagai selingan balapan ketika ia berlomba dua musim di kejuaraan Formula Renault 3.5.,” kata Philippe, yang menangani Campos Racing sejak Desember 2013.

Philippe juga membandingkan rekan setim Sean, Mitch William Evans (Selandia Baru), yang lebih tua dua tahun dari Sean,  yang sudah tiga musim di ajang laga GP2 dan beberapa kali naik podium.

“Nah semoga Mich akan banyak menurunkan pengalamannya kepada Sean. Ini baru tahun pertama bagi Sean,” katanya dengan menambahkan, pebalap Rio Haryanto pun selama empat tahun berkutat di laga GP2 sebelum naik ke jenjang F1.

“Dan yang penting, Sean masih amat muda, masih 19 tahun. Sebagai perbandingan, Rio berlaga di F1 dalam usia 23 tahun.  Kalau Sean dapat ke F1 sebelum usia itu, tentu lebih menakjubkan. Kita dukung dan kita lihat saja nanti,” kata Philippe, kelahiran Prancis dan sudah mulai berkarir di bidang enjiner sejak 1988.

“Dan yang penting lagi, ia tetap konsisten dan memiliki passion dan spirit,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru