Thursday, May 19, 2022
Home > Berita > Pertama di Kuningan, SMK Karnas Gelar Pendidikan Karakter Keluarga Bahagia

Pertama di Kuningan, SMK Karnas Gelar Pendidikan Karakter Keluarga Bahagia

Mimbar-Rakyat.com (Kuningan) – Menjadi agenda rutin tahunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Karya Nasional (Karnas) Kuningan menggelar motivasi peningkatan karakter orangtua dan siswa. Hal itu diungkapkan oleh Kepala SMK Karnas Kuningan, Dr H Yefri Esa Trijaka menyebutkan kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan karakter orangtua dan siswa menuju standar minimum keluarga bahagia untuk orangtua dan desa.

“Ini salah satu langkah SMK Karnas untuk meningkatkan soft skill dan bisa menjadi sebab akibat agar siswa berprestasi dan sholeh yang nanti efeknya menjadi keluarga bahagia,”ujarnya di sela acara motivasi yang bertema Menuju Standar Minimum Keluarga Bahagia untuk Warga Desa. Pada Senin (10/1/2021).

Acara tersebut menghadirkan Founder Peduli SMK Membangun Desa, DR Marlock sebagai motivator peningkatan karakter para siswa dan orangtua. Saat penyampaian materi Dr Marlock atau yang biasa disebut Gus Mar, menjelaskan pendidikan karakter untuk orang tua dengan siswa, baru terjadi pertama kalinya di Kabupaten Kuningan.

“Untuk orangtua agar masuk pada standar minimum keluarga bahagia. Karena dari rumah itulah standar sekolah yang terbaik, orangtua adalah guru yang terbaik. Begitu sampai di keluarga bahagia, di situlah pintu rezeki terbuka, ” tambahnya.

Menurutnya standar minimal kebahagiaan bukan hanya soal uang, namun cukup anak bisa hormat pada orang tua. “Ya seperti bangun pagi sendiri tanpa disuruh, menyuci dan menyetrika bajunya sendiri, rajin sholat tanpa diperintahkan orang tua dan anak mau belajar tanpa disuruh. Itu standar bahagianya orangtua, ” paparnya.

Ia juga mengapresiasi upaya SMK Karnas dalam memberikan motivasi peningkatan karakter bagi keluarga siswa-siswinya.
“SMK Karnas juga mewujudkan pengentasan kemiskinan dengan mencetak lulusan yang sudah siap bekerja, walau tidak mengandalkan bekerja di perusahaan orang lain. Tapi siswa diharapkan bisa berwirausaha sendiri saat lulus nanti, ” ujarnya. (Dien)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru