Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Tiga Lagi Korban Tewas dalam Demonstrasi di Venezuela

Tiga Lagi Korban Tewas dalam Demonstrasi di Venezuela

Demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara dalam sebuah demonstrasi menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di San Cristobal, Venezuela, beberapa waktu lalu.(Foto: AFP/France 24)

Demonstran bentrok dengan polisi anti huru hara dalam sebuah demonstrasi menentang Presiden Venezuela Nicolas Maduro, di San Cristobal, Venezuela, beberapa waktu lalu.(Foto: AFP/France 24)

Mimbar-Rakyat.com (Caracas) – Korban tewas meningkat saat demonstrasi anti-Maduro di Venezuela memasuki minggu keempat. Tiga orang lagi tewas dalam kekerasan terkait  presiden sayap kiri Nicolas Maduro, Senin (24/4).

Demonstrasi besar-besaran terhadap presiden dari sayap kiri Nicolas Maduro itu, menurut pejabat setempat telah menewaskan 24 orang  dalam aksi unjuk rasa itu. Menurut laporan France 24, mengutip kantor berita, beberapa lainnya terluka parah Senin tersebut.

Korban terbaru adalah peserta demonstran anti-Maduro yang memblokir jalan-jalan utama di negara Amerika Selatan itu. Wartawan AFP melihat dua truk pemerintah di Caracas timur ditempatkan di jalan bebas hambatan oleh para pemrotes bertopeng yang menuangkan minyak ke jalan.

“Kami lapar karena dia,” kata Amalia. “Saya tidak mampu membeli susu untuk bayi saya yang berumur 16 bulan.”

 

Di tempat lain di ibu kota, polisi anti huru hara menembakkan gas air mata ke kelompok pengunjuk rasa yang melemparkan batu ke arah mereka. Namun mayoritas demonstran, yang berjumlah ribuan, tak berhasil dibubarkan.

Kembalinya kekerasan di jalanan Venezuela setelah ketenangan akhir pekan dipastikan akan memicu kekhawatiran internasional mengenai negara tersebut, yang ekonominya hancur meski cadangan minyaknya sangat besar.

Masyarakatnya kekurangan pangan, obat-obatan dan persediaan dasar. Dan mendorong terjadinya kerusuhan dan penjarahan di beberapa tempat. Pihak oposisi yang dipimpin konservatif menyatakan, wujud  ketidakmampuan pemerintah adalah sosok  presiden sebagai seorang diktator. Oposisi menginginkan pemilihan segera dilakukan.

Sementara Maduro yang mendapat dukungan dari angkatan bersenjata, mengatakan Venezuela adalah korban pihak kapitalis pimpinan AS. Pihak berwenang juga telah menahan kekuatan kongres, yang didominasi anggota parlemen oposisi.

Dua korban tewas pada hari Senin terjadi di Venezuela barat, di kota Merida dimana korban ymendapat tembakan saat berdemonstrasi. Korban yang tewas itu adalah seorang demonstran pro-pemerintah. Ada lima orang terluka parah di kota itu, tambahnya.

Pria lain yang tewas berada di kota terdekat Barinas, seorang sumber di kantor kejaksaan mengatakan kepada AFP. Sumber tersebut tidak menyebutkan apakah korban pemrotes anti-Maduro atau aktivis pro-pemerintah.

Pemerintah telah mengesampingkan pemilihan presiden tahun ini, dengan mempertahankan bahwa Maduro akan menjalani masa jabatannya sampai tahun 2018. Pengadilan dan otoritas pemilihan telah menepis upaya untuk menghentikan Maduro sejak oposisi mengambil alih badan legislatif pada Januari 2016.

Analis mengatakan demonstrasi jalanan sekarang merupakan salah satu dari upaya oposisi untuk perubahan. “Kami bergerak agar Maduro tahu bahwa dia harus pergi,” kata Amalia Duran, seorang ibu rumah tangga berusia 41 yang bergabung dengan ribuan pemrotes di bawah terik matahari di Caracas.

“Kami lapar karena dia,” kata Amalia. “Saya tidak mampu membeli susu untuk bayi saya yang berumur 16 bulan.”

“Saya datang karena saya bosan dengan (semua) ini. Saya harus berkeliling ke 20 apotek mencari antibiotik sederhana,” kata warga lain, Yorwin Ruiz (26). “Kami tidak bisa terus seperti ini, saya harap setidaknya kami bisa menyelenggarakan pemilihan,” katanya lagi.

Maduro memenangkan pemilihan 2013 dengan selisih tipis dibanding kandidat oposisi Henrique Capriles. Tapi popularitas Maduro sejak itu turun. Sebuah survei baru-baru ini oleh pemungut suara Venebarometro menunjukkan bahwa tujuh dari 10 orang Venezuela menolak Maduro.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru