Saturday, July 20, 2024
Home > Berita > Pemerintah Segera Mulai Vaksinasi Covid 19 Untuk Lansia

Pemerintah Segera Mulai Vaksinasi Covid 19 Untuk Lansia

Vaksinasi Corona 19 untuk lansia segera dimulai. (klikdokter)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin Covid 19 CoronaVac dari Sinovac bagi kelompok usia lanjut di atas 60 tahun.

Berdasarkan keputusan yang diumumkan Minggu itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan vaksinasi bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, BPOM mengeluarkan izin vaksin untuk bisa diberikan bagi orang dengan usia di atas 60 tahun yang sudah diuji klinis ketiga di negara-negara di luar Indonesia.

“Penting sekali bagi pemerintah untuk memprioritaskan tenaga kesehatan berusia lanjut karena adanya risiko ganda, yaitu profesi mereka yang rawan terpapar Covid 19, selain itu usia mereka yang rentan,” kata Menteri dalam konferensi pers virtual, Minggu.

Vaksinasi perdana bagi tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun akan dilaksanakan Senin 8 Februari 2021, pukul 09.00 WIB.

Tenaga kesehatan berusia di atas 60 tahun yang akan divaksinasi total berjumlah 11.600 orang di seluruh Indonesia.

“Dengan diberikannya vaksin Covid-19 bagi tenaga kesehatan yang berusia lanjut,   dapat melindungi dan memberikan keamanan bagi seluruh tenaga kesehatan kita tanpa terkecuali,” katanya, seperti disiarkan laman setkab.go.id.

Kelompok lansia tetap akan menerima vaksinasi dalam dua dosis dengan selang waktu 28 hari.

Dosis pertama berfungsi untuk mengenalkan inactivated virus ke tubuh sehingga vaksin dapat bekerja sama dengan tubuh untuk membentuk antibodi baru.

Vaksin dosis kedua berperan sebagai booster atau meningkatkan kekuatan vaksin sehingga antibodi yang telah terbentuk semakin kuat dan optimal.

“Secara paralel pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi kepada lansia kategori non-nakes.  Sekitar 10 persen populasi Indonesia berada dalam kelompok lansia, dan 50 persen lebih kematian akibat Covid-19 terjadi pada kelompok ini,” kata Menteri.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru