Thursday, December 02, 2021
Home > Berita > Pelanggan KA turun 50% sejak diberlakukannya PPKM Darurat

Pelanggan KA turun 50% sejak diberlakukannya PPKM Darurat

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Sejak diberlakukannya PPKM Darurat oleh pemerintah, pelanggan KA Jarak Jauh ke berbagai tujuan turun 50% dibanding pekan sebelumnya. Pada periode 3 hingga 5 Juli KAI melayani 51.363 pelanggan KA Jarak Jauh ke berbagai tujuan. Jumlah itu turun dibanding pekan sebelumnya, 26 s.d 28 Juli, sebanyak 104.072 pelanggan.

Seseuai ketetuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, mulai 5 Juli 2021, pelanggan Kereta Api Jarak Jauh di Pulau Jawa dan Sumatera wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam atau Rapid Test Antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan. Khusus perjalanan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa, pelanggan juga diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi dosis pertama.

Sejak pemberlakuan aturan baru tersebut, terjadi penurunan jumlah pelanggan KA Jarak Jauh. Pada 5 Juli bahkan turun sampai 65%, KAI memberangkatkan 8.829 pelanggan KA Jarak Jauh turun dibanding keberangkatan 4 Juli sebanyak 25.495 pelanggan KA Jarak Jauh.

“Penurunan ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai membatasi pergerakan mereka sesuai arahan dan kebijakan pemerintah pada masa PPKM Darurat,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus, melalui siara pers PT KAI.

KAI mendukung penuh kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah pada moda transportasi kereta api di masa PPKM Darurat ini untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

Joni menjelaskan, penurunan itu juga sebanding dengan pengurangan jumlah perjalanan yang dilakukan KAI.
Pada periode PPKM Darurat, KAI mengurangi perjalanan KA Jarak Jauh sebanyak 44% dibanding perjalanan di Bulan Juni. Dari rata-rata 122 perjalanan KA Jarak Jauh per hari di bulan Juni, menjadi 68 perjalanan KA Jarak Jauh per hari pada masa PPKM Darurat.

KAI hanya mengizinkan masyarakat yang sudah sesuai persyaratan yang dapat naik kereta api. Petugas akan memeriksa dengan tegas, cermat, dan teliti seluruh kelengkapan calon penumpang.

Untuk membantu masyarakat melengkapi persyaratan, KAI menambah layanan Vaksinasi Covid-19 Gratis di Stasiun, yaitu Stasiun Malang mulai 6 Juli 2021. Dengan Demikian, kini terdapat 11 Stasiun yang menyediakan Vaksinasi Covid-19 Gratis khusus pelanggan KA Jarak Jauh yaitu:Gambir, Pasar Senen, Bandung, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun, Jember, Malang.

Syarat untuk mengikuti Vaksinasi Covid-19 Gratis ini yaitu harus berusia 18 tahun ke atas, menunjukkan kode booking tiket yang sudah dibayar atau tiket KA Jarak Jauh yang berlaku, memiliki KTP, dan datang paling lambat H-1 sebelum jadwal keberangkatan Kereta Api. Khusus bagi ibu hamil bisa mendapatkan vaksin di stasiun setelah mendapat penjelasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk divaksin Covid-19.

“Pada periode 3 s.d 5 Juli 2021 KAI telah melakukan vaksinasi kepada 993 pelanggan KA Jarak Jauh di berbagai stasiun,” ujar Joni. Selain layanan Vaksinasi Covid-19 Gratis di Stasiun, KAI juga telah menyediakan 83 Stasiun yang melayani Rapid Test Antigen seharga Rp 85.000.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru