Sunday, February 28, 2021
Home > Berita > Pascagempa M6,2 Sulbar: 81 orang tewas, 19.435 mengungsi dan 253 orang luka berat

Pascagempa M6,2 Sulbar: 81 orang tewas, 19.435 mengungsi dan 253 orang luka berat

Sebanyak 19.435 orang mengungsi pascagempa M6,2 Sulbar. (Foto: Bidang Data BNPB)

Mimbar-Rakyat.com (Majene) – Hingga Senin (18/1) hari ini sebanyak 19.435 orang mengungsi pascagempa Magnitudo 6,2 yPascagempa M6,2 Sulbar: 81 orang tewas, 19.435 mengungsi dan 253 orang luka berat ang terjadi Jumat (15/1), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat, di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Sebanyak 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju dan 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majane.

Berdasarkan data per 18 Januari 2021 pukul 08.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, seperti disampaikan Dr. Raditya Jati, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, tercatat 25 titik pengungsian di Kabupaten Majene yang tersebar di Desa Kota Tinggi, Desa Lombong, Desa Kayu Angin, Desa Petabean, Desa Deking, Desa Mekata, Desa Kabiraan, Desa Lakkading, Desa Lembang serta Desa Limbua yang masih dalam proses pendataan.

BNPB menggunakan helikopter dalam mendistribusikan bantuan logistik pascagempa M6,2 Sulbar. (Foto: Tim D-III Posko Bandara Tampa Padang Mamuju)

Sedangkan di Kabupaten Mamuju terdapat lima titik pengungsian di Kecamatan Mamuju dan Kecamatan Simboro yang masih dalam proses pendataan.
Korban tewas akibat gempa tersebut sebanyak 81 orang, 11 orang meninggal di Kabupaten Majene dan 70 orang di Kabupaten Mamuju.

Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 64 orang mengalami luka berat di Kabupaten Majene dan 189 orang di Kabupaten Mamuju, sehinggal total korban dengan luka berat mencapai 253 orang. Sedangkan korban dengan luka ringan tercatat sebanyak 679 orang.

BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI – Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi masyarakat terdampak.

Guna mencegah potensi penularan Covid-19, Kepala BNPB Doni Monardo yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 itu memberikan dukungan berupa alat test cepat antigen untuk memeriksa dan menelusuri adanya penularan di lingkungan pengungsian.

Doni juga meminta penangananan pengungsian warga yang terdampak agar memisahkan antara kelompok rentan dengan usia muda guna mencegah penularan dan mengantisipasi adanya potensi risiko penyebaran COVID-19 di tempat pengungsian.

Gunakan Helikopter

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan pendistribusian bantuan logistik berupa 270 dus mie instan, 15 dus air mineral dan 5 bal selimut melalui perjalanan udara menggunakan helikopter ke Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene pada Minggu (17/1).

Bantuan logistik untuk penanganan pascagempa M6,2 di Provinsi Sulawesi Barat itu telah didistribusikan dari Posko Bandara Tampa Padang Mamuju ke Kantor Camat Malunda, Kantor Camat Ulumanda dan Tubosendang, Kabupaten Majene serta Kecamatan Takandeang, Kabupaten Mamuju.

Bantuan logistik yang dibagikan pada empat kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Malunda, 70 dus mie instan dan 5 dus air mineral; Kecamatan Ulumanda, 70 dus mie instan dan 5 dus air mineral; Kecamatan Tubosendang, 70 dus mie instan dan 5 dus air mineral; Kecamatan Takandeang, 60 dus mie instan dan 5 bal selimut.

Selanjutnya pada Senin (18/1), pendistribusian bantuan logistik via udara akan dilakukan ke beberapa desa di Kabupaten Majene, yaitu Desa Onang Selatan, Desa Kabiran, Desa Tandeallo dan Desa Sukamuyu.

BNPB telah menyerahkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan Gempabumi Sulawesi Barat sebesar 4 miliar Rupiah pada hari Sabtu (16/1). Bantuan tersebut diserahkan sebesar 2 miliar rupiah untuk Provinsi Sulbar dan masing-masing 1 miliar rupiah untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

BNPB juga telah mendistribusikan bantuan logistik berupa 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi, 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, 5 unit Light Tower, 200 unit Velbed, 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 pcs masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit Genset 5 KVA.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru