Thursday, December 03, 2020
Home > Ekonomi > Padi Salinitas Tahan Air Asin Dikembangkan di Pasekan, Indramayu

Padi Salinitas Tahan Air Asin Dikembangkan di Pasekan, Indramayu

Persawahan di Garut diguyur hujan terus menerus selama dua minggu ini.

 

Mimbar Rakyat (Indramayu) – Tiga desa di Kecamatan Pasekan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat meliputi Pagirikan, Karanganyar, dan Pabean Ilir punya produk unggulan Padi Salinitas atau padi yang tahan terhadap air garam.
Camat Pasekan, Udin Casudin menjelaskan, kemarin, Padi Salinitas itu sudah ditanam di 5 desa dengan luas areal pada musim rendeng 816 hektar dengan jumlah produksi 6.546,53 ton.
Pada musim tanam gadu produktifitas Padi Salinitas jumlahnya berkurang hanya 6.052,80 ton.
Menurut Camat Udin, secara fisik varietas Padi Salinitas itu tidak jauh berbeda dengan jenis padi biasa. Ini varietas padi unggulan yang sebelumnya dipersiapkan Balai Benih Sukamandi, sehingga tahan terhadap sawah yang berada di tepi laut dengan kadar garam tinggi.

BATU BATA MERAH
Selain memiliki produk padi unggulan yang tahan air asin, Kecamatan Pasekan dikenal penghasil batu bata merah banyak diminati masyarakat, karena Pasekan merupakan wilayah penyangga Kota Indramayu.
Lokasi pengrajin batu bata merah berada di Desa Pagirikan. Letaknya di sepanjang bantaran Sungai Cimanuk.
Kecamatan Pasekan juga dikenal sebagai tempatnya pengrajin kapal nelayan yang lokasinya di Desa Pagirikan, Pasekan, dan Desa Brondong. Kecamatan Pasekan juga memiliki industri rumahan berupa Ikan Bandeng Tanpa Duri dan Abon Bandeng, Kepiting, Abon Udang, Ayam dan Abon Ikan Tongkol yang pemasarannya hingga ke berbagai daerah. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru