Friday, November 27, 2020
Home > Internasional > Obama: Pembakaran Pilot Jordania Tindakan “Barbar”

Obama: Pembakaran Pilot Jordania Tindakan “Barbar”

MIMBAR-RAKYAT.com (Washington) – ISIS semakin menjadi-jadi dan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama mengatakan, jika video yang disinyalir menunjukkan pembakaran hidup-hidup pilot Jordania oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) memang asli, hal tersebut merupakan tindakan “barbar”.

“Jika video tersebut asli, maka itu merupakan petunjuk betapa kejam dan barbarnya organisasi ini, yang cuma tertarik pada pembunuhan dan penghancuran,” ujar Obama dalam sebuah pertemuan singkat ketika ditanyakan perihal video tersebut, Selasa.

Ia menambahkan, AS akan “menggandakan kekuatan dan tekad sebagai bagian dari koalisi global untuk memastikan kelompok Negara Islam (ISIS) dikalahkan total”.

Video yang disiarkan Selasa (3/2) itu menunjukkan seorang laki-laki yang diyakini sebagai pilot Jordania Maaz al-Kassasbeh dilalap api di dalam sebuah kerangkeng logam.

Sebelumnya kaum fanatik bersenjata tersebut menawarkan pertukaran sandera, al-Kassasbeh bersama seorang wartawan Jepang Kenji Goto, dengan seorang perempuan terdakwa bom bunuh diri yang divonis mati di Jordania. Namun itu tidak pernah terlaksana.

Pihak Gedung Putih mengatakan lembaga intelijen AS sedang bekerja untuk memastikan keaslian video tersebut.

“AS mengutuk keras tindakan ISIS dan kami menyeru ISIS agar membebaskan semua sanderanya segera. Kami juga merasakan apa yang pemerintah dan rakyat Jordania rasakan,” ujar juru bicara Gedung Putih.

Serukan pembalasan

Dari Amman, Jordania, diberitakan, keluarga pilot Jordania yang dibunuh kelompok garis keras Negara Islam (ISIS) mengutuk perbuatan itu, dan menyerukan pembalasan.

Beberapa anggota keluarga pilot itu mulai berkumpul di Ibu Kota Jordania, Amman, setelah ISIS menyiarkan video yang memperlihatkan pilot itu dibakar hidup-hidup.

Video yang memperlihatkan pembunuhan pilot itu disiarkan cuma beberapa hari setelah ISIS memenggal wartawan berkebangsaan Jepang.

Keluarga pilot itu menyampaikan kemarahan mereka atas pembantaian sangat keji atas anggota keluarga mereka.

Pilot itu, Moaz al-Kasasbeh, ditangkap setelah pesawatnya jatuh di Suriah, Desember lalu. Sejak itu, ia telah menjadi pion utama buat ISIS.

Pemerintah Jordania telah mengatakan siap melakukan pertukaran tahanan dengan ISIS sebagai imbalan bagi pembebasan al-Kasasbeh dan seorang wartawan Jepang, Kenji Goto.

Namun tenggat bagi pertukaran berakhir pada 29 Januari, sementara Jordania menuntut diberikannya bukti dari anggota ISIS bahwa al-Kasasbeh masih hidup.

Pemerintah Jordania menyatakan sudah mengkonfirmasi pria yang dibakar hingga tewas itu memang al-Kasasbeh dan TV Jordania melaporkan pembunuhan itu terjadi pada 3 Januari, jauh lebih cepat dibandingkan dengan waktu yang diusulkan Jordania bagi pertukaran tahanan dengan IS.

Sementara itu, pasukan militer Amerika Serikat dan negara mitra koalisi terus melancarkan 14 serangan udara terhadap anggota ISIS di Suriah dan Irak, kata Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Selasa.

“Angkatan Bersenjata berduka atas gugurnya seorang pahlawan dan menekankan, darahnya takkan sia-sia,” demikian antara lain isi satu pernyataan militer Jordania, yang menjanjikan pembalasan dengan tingkat yang sama dengan tragedi yang dihadapi Jordania,” kata pernyataan itu.

Raja Jordania, Abdullah II, telah mempersingkat kunjungannya ke Washington, setelah disiarkannya video mengenai dibunuhnya pilot Jordania. (Him)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru