Sean Gelael sudah membuka lembaran kompetisi 2026 pada laga ALMS di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada13-14 Desember 2025 dan putaran berikutnya berlangsung di Dubai Autodrome pada 31 Januari – 1 Februari 2026.
Kejuaraan Asian Le Mans Series (ALMS) 2025/26 terdiri atas tiga putaran dan tiap putaran menggelar dua race. Setelah usai di Dubai, putaran berikutnya dilanjutkan di Yas Marina di Abu Dhabi pada 7 dan 8 Februari 2026.
Sean tampil bersama rekan barunya, Davide Rigon (Italia) dan Charly Samani (Prancis). Mereka mengendarai Ferrari 296 GT3 dan bertarung di kelas GT. Dua kelas lain di ALMS adalah LMP2 dan LMP3.
Bagi Sean, Ferrari adalah mobil keempat yang pernah ia kendarai untuk berlaga di kelas GT pada berbagai kejuaraan. Mobil lain adalah BMW, McLaren, dan Audi.
Sean Gelael bukan nama baru untuk laga ALMS, bahkan bila bicara prestasi Sean pernah sangat berprestasi di ajang ini, bahkan sejak kali pertama ikut serta.
Tercatat tiga kemenangan diraih Sean, sekali di Buriram (Thailand) pada 2016 dan dua kali di Yas Marina (Abu Dhabi, UEA) pada 2021. Saat itu Sean bertarung di kelas LMP2.
Nah sebagai persiapan mengikuti beberapa kejuaraan ketahanan mobil tahun 2026, Sean mengawalinya dengan kembali ikut ALMS musim 2025/26. Dan untuk kali pertama Sean menggeber Ferrari di sebuah kejuaraan.
Apa yang terjadi pada putaran pertama di Sepang? Laga ini amat seru dan untuk mengingatnya, dipublis ulang beritanya di bawah ini:
Dancing in the rain. Pertunjukan hebat diperlihatkan Sean Gelael. Turun sebagai pebalap kedua bagi tim AF Corse 51, dia berhasil menyusul sejumlah pebalap dalam kondisi sulit karena lintasan Sirkuit Sepang yang basah pada Minggu (14/12/25).
Race 2 Asian Le Mans Series (ALMS) bagi tim AF Corse 51 bermula serupa seperti Race 1. Charly Samani (Prancis) start dari P13 kelas GT. Awalnya lomba berlangsung kering namun tak lama kemudian hujan turun.
Akibat hujan tersebut sejumlah pebalap keluar arena atau bertabrakan dan memaksa Safety Car (SC) masuk ke trek untuk menetralisir balapan. Keberadaan SC sepanjang Race 2 ALMS memang penting mengingat kondisi lintasan sangat buruk dan banyak insiden terjadi.
Saat ada SC maupun kondisi balapan normal posisi lomba Samani berada pada kisaran P14 atau P15. Setelah jatah membalapnya selesai, Sean gantian pegang kendali dan saat masuk ke trek posisinya di P15.
Ditolong oleh situasi di mana mobil sudah saling menempel kembali karena SC, di sinilah pertunjukan “dansa” dimulai. Satu per satu pebalap disusul Sean saat lintasan masih sangat basah walau hujan terkadang berhenti.
Dari P15 Sean benar-benar merangkak naik, dimulai dari masuk ke Top 10, lalu P6, P5, dan puncaknya ada di P4! Benar-benar menawan.
Setelah itu dia mesti masuk pit dan menyerahkan kendali lomba ke Davide Rigon, di mana saat itu lintasan sudah agak kering.
Pebalap Italia tersebut juga tak mau kehilangan aksi. Bila Sean mempertunjukkan bagaimana menyerang lawan untuk meraih posisi, Rigon mempertontonkan cara bertahan yang menawan.
Selama beberapa lap dia diteror oleh sesama pebalap Italia, sesama penggeber Ferrari, dan sesama anggota keluarga AF Corse, Alessandro Pier Guidi (mobil nomor 54) untuk perebutan P4.
Pada akhirnya Rigon tak goyah untuk tetap membawa mobil AF Corse 51 tetap di depan mobil 54. Ketika hujan sangat lebat turun di Sirkuit Sepang dan saat itu SC sudah di trek pada sekitar 13 menit sebelum durasi empat jam selesai, Race Director ALMS Gwen Bourcier pun menghentikan balapan secara total.
Red Flag menandai Race 2 itu rampung dan AF Corse 51 pun finis di P4. Tentu ini bukan podium, apalagi kemenangan, namun bila berkaca dari sulitnya Race 1 dan awal Race 2 yang tak mudah, hasil P4 ini sangat pantas untuk disyukuri.
Janji Sean Gelael untuk bangkit benar-bean terbukti dan bahkan dia sendiri yang membangkitkan semangat tim lewat aksi menawannya di atas trek.
“Alhamdulillah, terima kasih untuk semua yang telah mendoakan saya dan tim. Semua punya andil untuk hasil ini. Ini memang kerja keras tim dan semoga di Dubai kami bisa lebih baik,” kata Sean usai lomba.
Race 2 kelas GT dimenangkan oleh tim Kessel Racing 74, sementara untuk kelas LMP2 dan LMP3 masing-masing jadi milik tim Cetilar Racing 47 dan CLX Motorsport 17 (mimbar-rakyat.com) .

Demikian ketatnya persaingan dalam kejuaraan itu. Bicara tentang persaingan, laga ALMS sama sengitnya dengan balapan ketahanan mobil lain semisal GT World Challenge Europe dan FIA WEC.
Karena pada dasarnya pebalap yang tampil adalah sama, hanya berbeda tim dari kejuaraan satu ke kejuaraan lain.
Di kelas GT, tim Manthey adalah pesaing utama mengingat mereka adalah juara dua musim berturut-turut FIA WEC di kelas LMGT3. Plus, tahun lalu pun tim asal Jerman yang menggeber Porsche ini adalah juara bertahan kelas GT ALMS.
Pada kejuaraanFIA WEC tahun ini, Sean kembali berlaga bersama Tim WRT didukung Farfus dan teman lamanya Darren Leung yang akan mengendarai mobil bernomor pintu #32.
Tahun lalu, Sean bersama tim United Autospor dan tampil di P2 saat berlaga di COTA September. Pada tahun ini, selain berlaga di jenis lomba FIA WEC dan ALMS, Sean juga turun di kejuaraan GT Eropa Dunia (GTWCE).
Para penggemar tentu sudah tak sabar menanti permainan Sean Gelael di penghujung Januari dan awal Februari 2026 di Dubai Autodrom.
Selamat berjuang Sean. (arl)
