Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Menhub pantau dari heli kemacetan di Km 47 dan Km 57

Menhub pantau dari heli kemacetan di Km 47 dan Km 57

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memantau kondisi lalu lintas di tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter. (kemenhub)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memantau kondisi lalu lintas di tol Cikampek dengan menggunakan helikopter dan menyaksikan adanya kepadatan kendaraan di KM 47 A dan rest area KM 57 Tol Jakarta arah Cikampek.

“Kami bersama tim Korlantas Polri, Bina Marga, Jasa Marga, memutuskan untuk diterapkan contraflow di KM 47.  Ini salah satu cara yang sangat baik dan saya apresiasi langkah Jasa Marga, Bina Marga, POLRI,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi, di Cikampek, Rabu.

Rekayasa contraflow diberlakukan mulai Rabu (28/10) dari Km 47A hingga Km 61 jam 08.45 ke arah timur, dan saat itu segera dilaksanakan perambuan. Dengan pemberlakukan contra flow diharapkan kepadatan mulai mencair di titik tersebut

Menhub menyebutkan titik kemacetan juga kerap terjadi di rest area KM 57. Saat ini, rest area KM 57 ditutup untuk mengurai kepadatan.

“Kami menyarankan agar masyarakat tidak mampir terlalu lama di rest area,” kata Menhub dalam siaran pers Kementerian Perhubungan.

Sementara, dari pantauan udara tersebut, di tol Cipali masih terpantau lancar, karena waktu keberangkatan terbagi pada hari selanjutnya.

Lebih lanjut, Menhub mengatakan kepadatan arus balik ke arah Jakarta diprediksi terjadi Minggu (1/11). Ia mengimbau masyarakat yang bepergian agar mengatur kepulangan sebelum Minggu.

“Saya sarankan yang bisa pulang terlebih dahulu bisa pulang agar tidak macet,” imbau Menhub.

Menjelang libur panjang akhir Oktober 2020, Kemenhub melakukan sejumlah upaya antisipasi adanya kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan. Antisipasi dilakukan agar tidak terjadi kembali peningkatan laju penularan Covid-19.

Kemenhub telah memetakan tiga titik yang diprediksi akan mengalami kepadatan yaitu di tol arah ke Timur, penyeberangan Merak-Bakauheni dan di Bandara.

Menhub telah mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan agar jangan bertumpu di satu hari yaitu pada 28 Oktober 2020, yang diprediksi menjadi puncak arus kendaraan untuk mencegah kepadatan yang berpotensi rawan terjadi penularan.

Menhub juga meminta kepada masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat melakukan perjalanan menggunakan transportasi umum maupun kendaraan pribadi untuk kebaikan bersama.

Kemenhub akan melakukan pengecekan secara acak di simpul-simpul transportasi seperti terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara untuk memastikan protokol kesehatan telah diterapkan dengan baik.

Dalam pantuannya, Menhub didampingi Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Polana B. Pramesti dan Dirjen Bina Marga KemenPUPR Hedy Rahardian. (rel/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru