Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Instruksi Bupati Bogor jadi polemik di Rakerda KNPI

Instruksi Bupati Bogor jadi polemik di Rakerda KNPI

Rakerda KNPI Bogor belum terlaksana. (heru)

Mimbar-Rakyat.com (Bogor) – Instruksi Bupati Bogor Ade Yasin tentang pengendalian massa dan pembatasan jumlah peserta maksimal hanya 150 orang serta waktu pelaksanaan tidak lebih dari 3 jam, menjadi polemik tersendiri dalam Rakerda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) tingkat Kabupaten Bogor.

Pasalnya, pembatasan waktu Rakerda tersebut dirasakan tidak akan cukup dalam pembahasan Rakerda induk organisasi pemuda tersebut.

Ketua Pengurus Kecamatan KNPI (PK KNPI) Ciomas, Mochamad Pribadi, mengungkapkan hal itu kepada media, Rabu.

“Kalau dibatasi seperti ini, saya khawatirkan ketika perwakilan pemuda baik itu dari PK maupun OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) ingin menyampaikan aspirasi, malah tidak akan bisa terakomodir,” katanya.

Menurut pria yang kerap disapa Badi itu, jika memang instruksi Bupati Bogor tentang pembatasan waktu itu harus dijalankan, lebih baik perhelatan Rakerda tidak perlu dilaksanakan.

“Rakerda KNPI Kabupaten Bogor 2020 seharusnya urung dilaksanakan, dikarenakan adanya instruksi Bupati Bogor agar pelaksanaan tidak lebih dari tiga jam. Kalaupun ingin tetap terlaksana, lebih baik waktunya ditunda atau pasca penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) selesai,” tegasnya.  (heru/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru