Saturday, October 16, 2021
Home > Berita > Masjidil Haram menerima 70.000 jemaah umrah setiap hari

Masjidil Haram menerima 70.000 jemaah umrah setiap hari

Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci telah menyelesaikan semua persiapan untuk menerima jemaah umrah setelah meningkatkan kapasitas menjadi 70.000 per hari. (Foto: SPA/Arab News)

Mimbar-Rakyat.com( Makkah) – Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjidil Haram telah menyelesaikan semua persiapan untuk menerima jemaah umrah, setelah sebelumya memutuskan meningkatkan kapasitas jamaah umrah menjadi 70.000 per hari.

Persiapan ini diselesaikan di bawah pengawasan Syekh Abdulrahman bin Abdulaziz Al-Sudais, kepala Kepresidenan Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci. Demikian dilaporkan Arab News yang dikutip mimbar-rakyat.com.

Kelompok pertama jemaah umrah asing yang divaksinasi penuh telah tiba di Arab Saudi pada 15 Agustus, setelah larangan perjalanan sementara Covid-19 dicabut. Hani bin Hosni Haidar, juru bicara resmi kepresidenan umum, mengatakan semua peziarah dan jemaah umrah harus mematuhi tindakan pencegahan dan sterilisasi intensif.

Layanan tambahan yang diberikan kepresidenan sehubungan dengan tindakan pencegahan yang ada termasuk pengembangan kamera termal dan operasi penyortiran visual.

Proses sterilisasi akan menggunakan 11 robot yang bekerja dengan AI, 20 perangkat bio-care dengan uap kering, dan 500 pompa sterilisasi. Kepresidenan juga akan menyediakan 500 dispenser sabun elektronik dan 250 kipas yang didistribusikan di seluruh halaman Masjidil Haram.

Haidar mengatakan kepresidenan juga meningkatkan kapasitas produksi air Zamzam menjadi lebih dari 300.000 botol per hari, yang akan didistribusikan kepada jemaah umrah dan jemaah.

Sesi Al-Qur’an dan pelajaran agama yang disampaikan oleh para ulama Masjidil Haram akan dilanjutkan sesuai dengan semua tindakan pencegahan dan pencegahan.

Haidar juga mengatakan kepresidenan akan menyediakan layanan penerjemahan kepada peziarah dan pengunjung dalam bahasa Inggris, Turki, Urdu, Persia, Prancis, Rusia, Melayu, Bengali, Cina, dan Hausa.***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru