Saturday, November 27, 2021
Home > Berita > Lebih dari 125 Tewas Saat Badai Debu Berlanjut di India

Lebih dari 125 Tewas Saat Badai Debu Berlanjut di India

Badai telah menumbangkan pepohonan dan tiang listrik, menghancurkan rumah serta banyak bangunan lainnya.(Foto: Reuters/BBC News)

Badai telah menumbangkan pepohonan dan tiang listrik, menghancurkan rumah serta banyak bangunan lainnya.(Foto: Reuters/BBC News)

Mimbar-Rakyat.com (Lucknow, Uttar Pradesh) – Badai telah menghancurkan rumah dan menumbangkan pepohonan di sejumlah wilayah di India.  Setidaknya 125 orang tewas dalam badai debu yang ganas di India utara itu.

Angin berkecepatan tinggi dan kilat telah menghancurkan banyak desa, merobohkan tembok dan menyebabkan puluhan orang terluka. Demikian dilaporkan BBC News.  Badai menimbulkan kerusakan terparah terjadi di dua negara bagian Uttar Pradesh dan Rajasthan.

Seorang juru bicara untuk kantor komisi bantuan Uttar Pradesh mengatakan kepada AFP bahwa jumlah korban tewas merupakan yang tertinggi pada badai tersebut,  setidaknya dalam 20 tahun. Pejabat setempat memperingatkan cuaca lebih buruk diperkirakan masih akan datang.

Para pejabat mengatakan,  jumlah korban tewas bisa meningkat dalam beberapa hari mendatang. Departemen Meteorologi India pun mengingatkan bahwa kemungkinan badai besar akan terjadi di area yang lebih luas sebelum akhir pekan. “Orang-orang harus waspada,” kata kantor komisi bantuan kepada AFP.

BBC News melaporkan, di dua negara bagian Uttar Pradesh dan Rajasthan, badai telah merobohkan listrik, menumbangkan pepohonan, menghancurkan rumah-rumah dan membunuh ternak. Distrik Agra di Uttar Pradesh, rumah tak jauh dari monumen Taj Mahal, merupakan daerah yang paling parah. Badai juga terjadi di tiga distrik di negara bagian Rajasthan – Alwar, Bharatpur dan Dholpur.

Banyak warga tewas saat tidur di dalam rumah, karena rumah mereka runtuh setelah disambar petir atau angin kencang. Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan di Twitter bahwa dia sedih terhadap musibah itu. .

Pemerintah Uttar Pradesh mengumumkan bahwa keluarga yang meninggal akan menerima 400.000 rupee ($ 6.000; £ 4.400) sebagai kompensasi.

Negara bagian selatan Andhra Pradesh, sementara itu juga dilanda badai pada hari Rabu, juga mengakibatkan banyak kematian. Pihak berwenang mengatakan mereka terkejut oleh keganasan badai.

“Saya sudah bekerja selama 20 tahun dan ini adalah yang terburuk yang pernah saya lihat,” kata Hemant Gera, sekretaris untuk manajemen bencana dan bantuan di Rajasthan, kepada BBC.

“Kami menghadapi badai debu dengan intensitas tinggi pada 11 April – 19 orang tewas saat itu – tetapi kali ini terjadi pada malam hari, sehingga banyak orang tidur dan tidak bisa keluar dari rumah mereka ketika dinding rumah runtuh,” tuturnya.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru