Thursday, May 06, 2021
Home > Gaya Hidup & Kesehatan > Kegilaan Penggemar Akik Sudah Diluar Akal Sehat

Kegilaan Penggemar Akik Sudah Diluar Akal Sehat

mobil maut pedagang akik

mobil maut pedagang akik

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – Kegilaan pengemar akik kini sudah di luar akal sehat. Batu nisan di kuburan dibongkar, gua digali sehingga menewaskan 3 orang, 3 orang sekeluarga pedagang akik pula, tewas keracunan dimobil dagangan batu akik.

Kuburan seniman  Bagong Kussudiardja dan isterinya dibongkar oleh pencuri , karena bahan nisan terbuat dari batu yasper yang diperkirakan bisa dijadikan akik.

Semasa hidupnya Bagong memang terkenal penggemar dan kolektor batu akik. Mendiang Bagong Kussudiardjo, penari dan koreografer , menurut Butet Kertarajasa, anaknya,  selalu membawa tiga kantong kulit berisi beragam batu akik. Di tengah jalan, Bagong bisa berhenti lalu bercerita tentang akiknya hingga berjam-jam. Setelah Bagong meninggal, ratusan batu akik itulah yang kemudian dibagi kepada anak-anaknya.

“Makam bapak sama ibu dirusak, ya tak suruh lapor polisi dulu,” kata Butet Kertarajasa, sang anak,  Jumat (17/4/2015)

Rusaknya dua bongkah batu besar di atas makam ditemukan oleh penjaga makam pada Minggu, 12 April 2015. Batu nisan orang tuanya adalah jenis batu Jasper. “Itu kalau disertifikasi nama batunya Jasper, tapi orang ada yang bilang ‘ati ayam’. Kalau dibelah dan ada bagian yang banyak warnanya bisa jadi batu panca warna,” katanya.

Dua bongkah batu yang dijadikan nisan tersebut diperkirakan memiliki berat 30 ton, dibeli sekitar tahun 1997 dengan harga Rp 5 juta. “Bisa dibayangkan kalau dipecah untuk akik yang beratnya hanya sepuluh gram, bisa berapa banyak jumlahnya,” kata Butet.

Batu tersebut didapat ayahnya di Pacitan, sengaja dibeli untuk nisannya beserta istri. Bagong yang seniman lukis dan koreografer memang dikenal sebagai pecinta akik. Koleksinya telah diwariskan pada anak-anaknya, termasuk Butet. Ia menyimpan akik koleksinya di deposit boks sebuah bank.

Seniman yang akhirnya juga menggemari akik ini  tidak akan menuntut pelaku perusakan makam. “Ya kalau ketangkap suruh minta maaf saja. Biar kualat dengan sendirinya,” kata Butet sambil tertawa.

Dia  menilai pelaku sebagai orang yang tidak rasional. “Tidak mungkin juga aku ngerahkan orang buat jaga batu. Ikut edan itu namanya.”

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Kasihan, Ngadiyanta, telah menerima laporan keluarga Bagong. Pihaknya saat ini telah mengamankan palu yang ditemukan di sekitar makam.

Kegilaan Penggemar Akik

Masyarakat  sekitar Rawabening, Jakarta Timur, geger dengan ditemukan satu keluarga yang tewas dalam mobil, Jumat (17/4) pagi. Keluarga pedagang batu   akik itu diduga tewas karena keracunan.

Awalnya ada sebuah mobil Grandmax bernopol BD 1821 AH berwarna hitam berisi satu keluarga terparkir. Mobil tersebut mulai dicurigai ketika tidak kunjung memberi respons ketika diketok. Warga pun langsung melaporkan ke pos polisi Rawabening. Saat dibuka paksa, diketahui tiga orang yang berada di dalam mobil telah tidak bernyawa.

“Mereka satu keluarga. Tukang batu yang biasa mangkal di sini,” ujar petugas polsek Jatinegara yang enggan disebut namanya saat dikonfirmasi, Jumat (17/4/2015).Kegilaan penggemar akik telah membawa mereka tewas menggenaskan.

Ketiga orang sekeluarha tersebut berasal dari Bengkulu Utara. Mereka  diketahui bernama Buyung, Risti dan Chandra. Diduga satu keluarga tersebut tewas akibat keracunan obat nyamuk bakar.

Kepala Pos SAR Nias, Torang M. Hutahean menyatakan, para korban ditemukan dalam kondisi tidak terlalu jauh di dalam gua. Korban pertama berada sekitar empat meter dari mulut gua, sementara dua lainnya berada agak berdekatan di bagian dalam gua.

” Di dalam gua itu ditemukan genset, namun sudah dalam keadaan tidak menyala,” kata Torang yang dihubungi, Rabu (15/4/2015).

Ketiga korban tewas itu yakni Fo Arota Gea (32) warga Desa Sitelumbanua, Kecamatan Lahewa, kemudian Iwan (22) warga Desa Ampolu, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Supriadi (37) asal Sibolga.(ais)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru