Tuesday, October 20, 2020
Home > Berita > Kapolda Sumut: Terduga Teroris Memang Berniat Membunuh Polisi, Barang Bukti Senjata Tajam dan Bensin Disita

Kapolda Sumut: Terduga Teroris Memang Berniat Membunuh Polisi, Barang Bukti Senjata Tajam dan Bensin Disita

Terduga teroris yang ditembak mati di Medan. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Medan) – Dua pelaku penyerangan pos penjagaan Markas Polda Sumatera Utara, AR,30, warga Jalan Sisingamangaraja, Medan dan SP, 47, warga Jalan Pelajar Ujung, Gang Kecil, Medan, merupakan terduga teroris.

Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada wartawan, Minggu (25/6) mengatakan, belum diketahui pasti kelompok atau jaringan kedua pelaku tersebut.

Disebutkan, peristiwa penyerangan pukul 03:00 dinihari ini membuktikan bahwa teroris itu ternyata ada di Sumatera Utara.

Kedua pelaku, kata Rycko, berniat membunuh anggota polisi. Ini dapat dibuktikan dengan senjata tajam dan bensin yang dibawa kedua pelaku.

Keduanya membawa pisau dan menikam anggota Polri Aiptu Martua Sigalingging yang saat itu bersama Brigadir E Ginting berjaga di pos tiga pintu keluar Mapolda. Tidak hanya itu, pelaku juga berniat membakar pos jaga.

“Satu pelaku ditembak mati anggota Brimob yang menjaga pintu dua. Satu pelaku lain kritis setelah pahanya ditembak Brimob,” kata Rycko kepada wartawan.

Sebelumnya, Densus 88 pada Selasa malam 6 Juni hingga Rabu 7 Juni 2017 menangkap tiga orang di Medan terkait bom Kampung Melayu. Salah satunya adalah Komandan Laskar Forum Umat Islam Sumatera Utara Azzam Abu Yakub.

ISTRI DAN ANAK
Guna mengungkap kasus penyerangan Pos Penjagaan Mapolda Sumut, polisi membawa istri dan anak pelaku SP untuk dimintai keterangan. “Saat ini istri dan anak SP diminta keterangan oleh penyidik,” kata Rycko.

Sebelumnya, Kapolda Sumut bersama rombongannya mendatangi rumah terduga teroris SP, di Jalan Pelajar Ujung, Gang Kecil, Kelurahan Binjai, Medan. Kedatangan orang nomor satu di kepolisian Sumatera Utara ini mendapat perhatian warga yang sedang merayakan Lebaran.

Di rumah yang ditinggali SP beserta istri dan anak-anaknya itu ditemukan simbol ISIS berlafazkan La Ilaha Illa Allah yang dicat di tembok rumah sederhana berpagar biru.

Polisi membawa istri dan anak SP agar tidak menghilangkan alat bukti.
Seperti diketahui, penyerangan terhadap anggota Polri di Pos Jaga Polda Sumut terjadi sekitar pukul 03:00. Dalam kejadian ini, seorang anggota Polri meninggal dunia ditusuk pelaku. Sementara, seorang terduga teroris berinisial AR tewas dan pelaku SP kritis. (joh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru