Sunday, January 23, 2022
Home > Berita > Indonesia belum terlepas dari dampak cuaca siklon tropis

Indonesia belum terlepas dari dampak cuaca siklon tropis

Prakiraan Angin Lapisan 3000 feet pada 21 April 2021. (Sumber BMKG)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Setelah terdampak adanya siklon tropis Seroja, wilayah Indonesia belum terlepas dampak cuaca dari siklon tropis lain, Surigae. BMKG memprakirakan dampak Surigae terhadap cuaca wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan.

Gelombang dengan tinggi 1,25 – 2,5 meter berpotensi terjadi di di beberapa kawasan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, beberapa wilayah dengan potensi tersebut seperti Selat Makassar bagian utara, Laut Sulawesi, perairan Kepulauan Sangihe, perairan selatan Kepulauan Talaud, perairan Kepulauaun Sitaro, perairan Bitung-Likupang, Laut Maluku bagian utara, perairan barat dan utara Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.
Tinggi Gelombang 2.5 – 4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan utara Kepulauan Talaud dan Samudera Pasifik utara Halmahera.

Prediksi, pada 21 April 2021, pukul 07.00 WIB posisi siklon ada di Samudera Pasifik timur Filipina atau sekitar 1.530 km sebelah utara Tahuna. Dilihat dari arah pergerakan, siklon terpantau bergerak dari barat laut menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan 95 km/jam. Intensitas siklon ini diprediksi melemah dalam 24 jam ke depan.

Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca, BMKG merilis juga potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bahaya hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, dan angin kencang.

Peringatan dini cuaca dalam satu minggu depan antara lain menyasar beberapa kawasan, khususnya pada– 21 April 2021 di wilayah Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua Barat.

Menyikapi peringatan dini cuaca ini, BNPB mengimbau perwakilan BMKG di setiap daerah untuk melakukan koordinasi dengan kepala daerah maupun BPBD. Koordinasi ini bertujuan, salah satunya untuk mendapatkan masukan analisis peringatan dini cuaca serta kesiapsiagaan sehingga peringatan dini kepada masyarakat dapat dilakukan sejak dini.***sumber bnpb.go.id.(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru