Friday, October 30, 2020
Home > Berita > Idul Adha Dalam Kesunyian

Idul Adha Dalam Kesunyian

Kaabah. (Foto Dokumentasi AFP)

Kaabah. (Foto Dokumentasi AFP)

SUANA Hari Raya Idul Adha, Jumat 10 Zulhijjah 1441 Hijriah atau bertepatan dengan 31 Juli 2010 hampir di seluruh dunia berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Seperti halnya Idul Fitri 1441 Hijryah atau 2020 Masehi lalu, Hari Raya umat Islam tersebut berlangung “sunyi”, jauh dari semarak seperti selalu terjadi tahun-tahun sebelumnya. Suasana khidmat dalam shalat tak lagi diikuti suasana meriah penuh ceria. Karena alasan acaman pandem virius corona umat Islam tak hanya diharuskan menerapkan protokol kesehatan dalam beribadah, tetapi juga dalam pergaulan.

Tidak ada kunjungan dalam suasana hari besar tersebut. Masyarakat, terlebih yang tinggal di wilayah ancaman tinggi (merah) harus tinggal dii rumah. Bahkan shalat pun dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing, termasuk shalat Idul Adha. Jika pun ada yang mengikuti shalat Idul Adha berjamaah itu diadakan di tempat-tempat (masjid, lapanagan, ruangan) terbatas. Bahkan Masjid Istiqlal, masjid termegah di Asia Tenggara, pun tidak melaksanaan shalat Idul Adha tahun ini. Arab Saudi dalam pelaksanaan haji juga memberikan batasan ketat. Hanya sekitar 10.000 orang yang melaksanakan ibadah haji tahun ini. Itu pun di bawah pengawasan ketat.

Kita sebaiknya dapat menerima alasan-alsan logis dari pihak bertanggungjawab soal pelaksanaan Idul Adha kali ini. Termasuk keputusan peniadaaan shalat Idul Adha di sejumlah tempat, termasuk di Masjid Istiqlal Jakarta Pusat.  Apa yang dikatakan  Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi selayaknya dapat kita terima dengan lapang dada.

“Istiqlal tidak menggelar Shalat Idul Adha 10 Zulhijjah 1441 Hijriah… Peniadaan Shalat Idul Adha di Masjid Istiqlal,  diputuskan karena mempertimbangkan alasan kesehatan,” kata Menag,  di Jakarta, Kamis (9/7). Keputusan peniadakan Shalat Idul Adha di Istiqlal diambil setelah mencermati perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

Sebagai Masjid Negara, shalat Idul Adha di Istiqlal, menurut dia,  sering diikuti puluhan ribu jamaah. Itu akan menyulitkan penerapan protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona. “Jika jamaah harus tes suhu misalnya, tentu akan butuh waktu lama jika harus dilakukan pada puluhan ribu jemaah,” kata Menag. Belum lagi proses lainnya, termasuk terkait akses keluar masuk masjid, katanya.

Pada akhirnya, selayaknya kita ikut mematuhi dan mendorong terciptanya kondisi yang mendukung agar virus corona tidak berkembang di lingungan kita masing-masing. Berdasar catatan yang ada hingga hari ini ada 106.000 orang terpapar virus corona di Indonesia, 5.058 meninggal, dan 64.292 sembuh. Di dunia 17,3 juta terinfeksi, 673.000 meninggal.

Mari kita patuhi protokol kesehatan. Mudah-mudahan saja situasi pandemi ini segera berakhir, sehingga kita bisa beribadah di rumah ibadah dan melaksanakan aktivitas kesehariaan dengan nyaman. Semoga kesunyian ini segera berlalu.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru